JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali melakukan operasi tangkap tangan (OTT). Kali ini, operasi senyap tersebut berlangsung di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, pada awal pekan ini.
Dalam kegiatan penyelidikan tertutup tersebut, tim KPK mengamankan sejumlah pihak. Salah satu yang turut diamankan adalah seorang bupati yang menjabat di wilayah tersebut. Para pihak yang terjaring OTT langsung dibawa ke Jakarta guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut di Gedung Merah Putih KPK.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, membenarkan adanya kegiatan penindakan tersebut.
“Benar, dalam kegiatan penyelidikan tertutup ini, tim mengamankan sejumlah pihak di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah, salah satunya bupati,” ujar Budi saat dikonfirmasi, Selasa (3/3) pagi.
Menurutnya, setelah diamankan di lokasi, para pihak langsung diterbangkan ke Jakarta untuk diperiksa secara intensif oleh penyidik. Pemeriksaan dilakukan guna mendalami dugaan tindak pidana korupsi yang melatarbelakangi operasi tersebut.
“Tim kemudian membawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” katanya.
Hingga berita ini diturunkan, KPK belum mengungkap secara rinci konstruksi perkara, termasuk dugaan kasus yang menjerat kepala daerah tersebut. Lembaga antirasuah itu memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau tidak.
OTT ini kembali menambah daftar kepala daerah yang tersandung kasus korupsi. KPK sebelumnya berulang kali menegaskan komitmennya untuk terus menindak praktik korupsi, khususnya yang melibatkan penyelenggara negara dan pejabat publik di daerah.
Publik kini menunggu keterangan resmi lanjutan dari KPK terkait detail perkara, barang bukti yang diamankan, serta peran masing-masing pihak dalam dugaan tindak pidana tersebut.

