BERAU, IT-NEWS.ID – Menurunnya intensitas hujan dalam beberapa waktu terakhir mulai menjadi perhatian terhadap kondisi sumber air baku di Kabupaten Berau.

 

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas II Kalimarau-BMKG Berau, Ade Heryadi, menjelaskan bahwa musim kemarau tahun ini bersamaan dengan fenomena El Nino. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan curah hujan selama periode kemarau berada di bawah normal atau menjadi lebih kering.

 

Kondisi tersebut turut menjadi perhatian Perumda Air Minum Batiwakkal Berau. Meski demikian, hingga saat ini pelayanan air bersih, khususnya di wilayah perkotaan, masih berjalan.

 

Kabag Hubungan Langganan Perumda Air Minum Batiwakkal, Rudy Hartono, mengatakan operasional instalasi pengolahan air (IPA) secara keseluruhan masih tergolong aman dan masih mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.

 

“Untuk imbas secara keseluruhan masih tergolong aman, operasional IPA khususnya perkotaan masih mampu menyuplai kebutuhan pelanggan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (22/08/2026).

 

Menurut Rudy, kondisi yang perlu diwaspadai apabila periode dengan intensitas hujan rendah berlangsung lebih panjang adalah perubahan kualitas sumber air. Salah satunya kemungkinan meningkatnya kadar asin pada sumber air.

 

Ia menyebut kondisi tersebut sebelumnya pernah terjadi pada sumber air yang digunakan untuk IPA Suaran-Merancang.

 

“Yang dikhawatirkan akan terjadi kemarau panjang yang akan berimbas dengan kondisi sumber air akan mengalami kondisi asin, seperti IPA Suaran-Merancang,” Tutupnya.