Tanjung Redeb – Dinas Pendidikan Kabupaten Berau mewajibkan seluruh satuan pendidikan untuk mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dengan pendekatan pembelajaran mendalam mulai tahun ajaran 2025/2026.

Kepala Bidang PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Berau, Eli Kusuma Wijaya, mengatakan bahwa kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari proses transisi kurikulum yang telah dijalani dunia pendidikan selama beberapa tahun terakhir.

“Pada tahun ajaran 2025 sampai 2026, kita diwajibkan melaksanakan pembelajaran mendalam. Kurikulum Merdeka tetap berlaku, hanya ditambahkan metode pendekatan pembelajaran mendalam,” jelas Eli.

Ia mengungkapkan, sebelumnya satuan pendidikan telah melalui berbagai tahapan perubahan kurikulum, mulai dari KTSP, Kurikulum 2013, hingga Kurikulum Merdeka. Meski belum sepenuhnya tuntas beradaptasi, pemerintah tetap mendorong peningkatan kualitas pembelajaran melalui pendekatan yang lebih mendalam dan bermakna.

Sebagai bentuk kesiapan implementasi, pada tahun 2025 Dinas Pendidikan Berau bekerja sama dengan Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Kalimantan Timur menggelar pelatihan dan bimbingan teknis bagi guru dari seluruh jenjang pendidikan.

“Pelatihan ini diikuti guru PAUD, SD, hingga SMP, dengan durasi kurang lebih tiga bulan. Dari pelatihan ini, kami sudah memiliki sejumlah guru yang siap menjadi pendamping dan narasumber pembelajaran mendalam,” ujarnya.

Selain itu, sejumlah satuan pendidikan PAUD penerima Bantuan Operasional Satuan Pendidikan (BOSP) Kinerja juga telah mengikuti pelatihan serupa, sehingga dapat memperkuat pelaksanaan Kurikulum Merdeka di tingkat akar rumput.

Eli menambahkan, pada tahun 2026 Dinas Pendidikan tetap akan melanjutkan pelatihan pembelajaran mendalam, meskipun belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran.

“Kami menyadari adanya efisiensi anggaran, namun tetap berupaya agar pelatihan ini bisa menjangkau guru-guru, baik di wilayah perkotaan, pedalaman, hingga pesisir,” katanya.

Menurutnya, implementasi pembelajaran mendalam dalam Kurikulum Merdeka menjadi salah satu strategi penting untuk meningkatkan kompetensi dan kualitas guru PAUD di Berau, sekaligus mendorong peningkatan kualifikasi pendidikan tenaga pendidik.

“Kami berharap kualitas guru PAUD terus meningkat, tidak hanya berhenti di jenjang SMA, tetapi bisa melanjutkan ke D4 atau S1, sehingga berdampak pada peningkatan mutu dan akreditasi pendidikan di Kabupaten Berau,” pungkasnya.(*)