Tanjung Redeb — Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) semakin serius mendorong para pelaku UMKM dan pedagang pasar tradisional untuk beralih ke layanan pembayaran digital. Upaya ini dilakukan guna menyesuaikan pola transaksi dengan perkembangan teknologi yang kian cepat.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yuanita, menyampaikan bahwa digitalisasi transaksi kini menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Ia menilai, penggunaan pembayaran nontunai seperti QRIS maupun dompet digital akan membantu pelaku usaha meningkatkan kecepatan layanan serta memberi rasa aman bagi pembeli.

“Sekarang sudah masanya menuju ekonomi digital. Kalau pelaku usaha ingin tetap bersaing, ya harus beradaptasi. Perubahan ini bukan ancaman, tetapi peluang,” ungkapnya rabu 19 November 2025 saat di temui.

Sebagai bentuk dukungan, Diskoperindag secara berkala menggelar pendampingan dan pelatihan bagi UMKM di berbagai kecamatan. Dalam pelatihan tersebut, peserta diperkenalkan dengan cara memanfaatkan teknologi, mulai dari pemasaran melalui platform online hingga penggunaan aplikasi pembayaran elektronik.

Eva mengatakan, para pelaku usaha tidak hanya diajari teknis penggunaan alat pembayaran digital, tetapi juga strategi memasarkan produk secara lebih luas menggunakan media sosial dan marketplace. “Kami menghadirkan pemateri yang berpengalaman agar pelaku UMKM bisa memahami manfaat digitalisasi dari sisi promosi sampai transaksi,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemerintah daerah menargetkan semakin banyak pasar tradisional di Berau yang mengimplementasikan pembayaran elektronik. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat ekosistem ekonomi digital serta membuka akses pasar yang lebih besar bagi UMKM lokal.

“Perubahan ini tidak bisa dihindari. Semakin cepat menyesuaikan diri, semakin besar peluang tumbuhnya usaha,” tutup Eva.

Upaya digitalisasi ini menjadi bagian dari program besar Pemerintah Kabupaten Berau dalam mempercepat transformasi ekonomi berbasis teknologi, sekaligus mendorong pelaku usaha lokal agar mampu bersaing di era digital saat ini. (Adv/SC)