BERAU, IT-News.id — Kenaikan harga avtur yang terjadi secara nasional mulai April 2026 berpotensi memberikan dampak luas terhadap sektor penerbangan, termasuk di daerah.

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) resmi menaikkan harga avtur untuk maskapai penerbangan domestik di seluruh bandara Indonesia selama periode 1–30 April 2026.

Kenaikan tersebut tergolong signifikan, dengan rata-rata mencapai Rp 9.895 per liter atau sekitar 64 hingga 73 persen dibandingkan harga pada Maret 2026.

Mengacu pada data MyPertamina, harga avtur di Bandara Soekarno-Hatta bahkan melonjak dari Rp 13.656 menjadi Rp 23.551 per liter, atau naik sekitar 72,5 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bandara Kalimarau Berau, Patah Atabri, menyebut kenaikan harga avtur memang akan berdampak terhadap berbagai sektor, termasuk industri penerbangan.

“Dampak kenaikan harga minyak dunia akan berpengaruh ke berbagai sektor ekonomi dan dunia penerbangan. Terkait hal tersebut juga sudah dirapatkan oleh para maskapai dengan pimpinan kami di Kementerian Perhubungan,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Sabtu (4/4/2026).

Meski demikian, ia memastikan hingga saat ini kenaikan harga avtur belum berdampak langsung pada harga tiket penerbangan dari dan ke Berau.

“Untuk saat ini belum. Harga tiket ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan melalui keputusan menteri,” jelasnya.

Kondisi ini menunjukkan bahwa meskipun tekanan biaya operasional maskapai meningkat, penyesuaian harga tiket masih bergantung pada kebijakan pemerintah pusat.

Namun demikian, jika kenaikan harga avtur berlangsung dalam jangka panjang, bukan tidak mungkin akan berdampak pada tarif penerbangan maupun frekuensi layanan di daerah.

Pemerintah dan pemangku kepentingan terkait diharapkan terus melakukan koordinasi guna menjaga stabilitas sektor transportasi udara, terutama di wilayah yang bergantung pada konektivitas penerbangan seperti Kabupaten Berau. (atrf)