Samarinda – Kehadiran Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Gerindra di Hotel Puri Senyiur, Samarinda, Minggu (23/11/2025) lalu, memantik spekulasi publik.
Banyak yang menafsirkan kehadiran tersebut sebagai sinyal politik baru, termasuk kemungkinan pindah partai.
Aulia selama ini dikenal sebagai kader PDI Perjuangan, bahkan maju sebagai calon Bupati Kukar periode 2025–2030 melalui partai berlambang banteng itu.
Tak heran, langkahnya menghadiri forum resmi Gerindra dinilai sebagian pihak sebagai manuver politik yang sarat makna.
Menanggapi isu tersebut, Aulia memilih berhati-hati. Ia tak menapik, namun juga tidak mengonfirmasi secara gamblang. Menurut dia, orientasi utama tetap pembangunan daerah.
“Intinya begini, sebagaimana yang saya sampaikan tadi. Apa pun yang kita lakukan hari ini, kita ingin memberikan kesempatan pembangunan yang terbaik untuk Kabupaten Kukar,” ujar Aulia saat ditemui awak media, Senin (24/11/2025).
Ia menegaskan, dinamika politik jangan sampai mengaburkan agenda besar pemerintah daerah, yakni meningkatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di Kukar.
“Jadi apa pun itu yang bisa membawa pembangunan yang lebih baik lagi ke Kukar, itulah arah tujuan kita,” lanjutnya.
Kendati demikian, ketika dicecar soal kemungkinan dirinya telah mengantongi Kartu Tanda Anggota (KTA) Gerindra. Aulia hanya memilih tak memberi jawaban pasti, kemudian tersenyum dan menutup sesi wawancara secara singkat.
“Yang tahu-tahu aja,” ucapnya.
Dengan sikap yang masih terjaga, dan jawaban yang tak sepenuhnya terbuka, ruang spekulasi pun kian melebar.
Publik kini menunggu apakah langkah Aulia di panggung politik Kaltim akan benar-benar bergeser atau tetap berada di jalur partai asalnya.(*)

