BALIKPAPAN – Kebakaran hebat melanda Pasar Sepinggan, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (31/7/2026) pagi. Kobaran api yang muncul menghanguskan sejumlah kios di beberapa blok pasar, memicu kepanikan pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka sebelum api meluas.
Puluhan personel pemadam kebakaran masih berjibaku memadamkan api. Asap hitam pekat membumbung tinggi dari kawasan pasar, sementara selang-selang pemadam membentang di lorong-lorong yang dipenuhi pedagang dan warga.
Di tengah kepanikan, sejumlah pedagang terlihat mengangkut barang dagangan ke lokasi yang lebih aman. Sementara pemilik kios yang sudah dilalap api hanya bisa menyaksikan tempat usaha mereka hangus terbakar.
Muhammad Mustofa, anak salah seorang pemilik kios yang terbakar, mengaku baru mengetahui peristiwa tersebut setelah menerima kabar sekitar pukul 07.00 Wita.
«”Lapak mamanya yang terbakar. Jualannya konveksi. Saya dikasih tahu sekitar jam 07.00 WITA,” ujarnya.»
Mustofa mengaku belum mengetahui penyebab pasti kebakaran yang menghanguskan kios milik ibunya.
Sementara itu, juru pemungut retribusi Pasar Sepinggan, Ahmad atau yang akrab disapa Bang Aron, mengatakan dirinya berada di kawasan pasar saat api mulai membesar.
Menurut dia, kobaran api pertama kali terlihat sekitar pukul 06.30 Wita di Blok F dan disertai suara ledakan.
«”Begitu saya masuk sekitar jam 06.30 WITA, tiba-tiba langsung terdengar ledakan. Api sudah besar di Blok F,” katanya.»
Api kemudian dengan cepat merembet ke blok lainnya.
«”Sementara yang terdampak Blok F, D, dan E. Kondisinya cukup parah. Di bagian atas ada sekitar 12 petak yang terbakar,” jelasnya.»
Meski berada di lokasi saat kejadian, Bang Aron mengaku belum dapat memastikan sumber api.
«”Saya masih mencari informasi apakah dari kompor atau penyebab lain. Saya datang api sudah besar,” ungkapnya.»
Di sisi lain, kepanikan juga dirasakan para pedagang yang berusaha menyelamatkan barang dagangan mereka. Salah seorang pedagang, Rini, mengatakan dirinya langsung menuju pasar setelah mendapat kabar kebakaran.
«”Kaget, posisi kami lagi di rumah. Rumah jauh dari pasar. Pas datang buka toko, api sudah ada di dalam,” ujarnya.»
Rini bersyukur sebagian barang dagangannya berhasil diselamatkan berkat bantuan warga sekitar.
«”Toko depan masih selamat, tapi toko belakang habis. Barang-barang dipindahkan dibantu warga,” katanya.»
Proses pemadaman sempat diwarnai ketegangan ketika sejumlah pedagang dan warga terlibat adu mulut dengan petugas pemadam kebakaran. Peristiwa itu diduga dipicu semprotan air dari selang pemadam yang mengenai warga dan barang dagangan di sekitar lokasi. Salah seorang pedagang bahkan mengeluhkan telur dagangannya rusak akibat terkena semprotan air.
Meski sempat terjadi cekcok, situasi berhasil dikendalikan dan petugas kembali melanjutkan proses pemadaman serta pendinginan di sejumlah titik untuk mencegah api kembali membesar.
Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai jumlah kios yang terbakar maupun nilai kerugian akibat kebakaran tersebut. Penyebab pasti kebakaran juga masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

