BERAU, IT-NEWS.ID – Fenomena anak di bawah umur yang berjualan di sejumlah kafe di Kabupaten Berau menuai keluhan dari pengunjung yang mengaku merasa terganggu dengan cara anak-anak menawarkan dagangan.
Salah seorang pengunjung kafe, Zara, mengaku pernah mengalami situasi yang menurutnya mengurangi kenyamanan saat bersantai.
Ia menyebut beberapa anak menawarkan dagangan secara berulang dan tetap berada di sekitar meja meski pengunjung telah membeli barang yang dijual.
“Saya kurang nyaman ada anak-anak jualan, agak memaksa untuk membeli. Ketika sudah beli, mereka malah tetap stay, tidak pergi-pergi, sehingga mengganggu kenyamanan,” ujarnya pada it-news.id, Jumat (07/08/2026).
Menanggapi fenomena tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKB P3A) Kabupaten Berau, Drs. Warji, mengatakan keberadaan anak yang berjualan tidak dapat langsung dikategorikan sebagai eksploitasi.
Menurutnya, pemerintah harus melihat latar belakang setiap kasus, termasuk apakah anak tersebut bekerja karena dipaksa atau sekadar membantu orang tua.
“Harus kita lihat dulu apakah anak itu korban eksploitasi orang dewasa atau memang membantu orang tuanya. Anak bekerja dengan anak dalam pekerjaan itu berbeda,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, eksploitasi anak dapat dinilai apabila aktivitas bekerja membuat anak kehilangan hak-haknya, seperti memperoleh pendidikan, waktu bermain, maupun tumbuh dan berkembang secara layak.
“Kalau dia masih sekolah, masih punya waktu bermain, dan hanya membantu orang tua, tentu berbeda penanganannya,”jelasnya
Jika ditemukan kondisi tersebut, DPPKB P3A akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan penanganan sesuai ketentuan perlindungan anak.
Warji menambahkan, pemerintah tidak hanya memperhatikan aspek perlindungan anak, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan ekonomi keluarga.
Karena itu, setiap laporan maupun temuan di lapangan akan ditelaah terlebih dahulu agar penanganan yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya.

