TANJUNG SELOR –Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bulungan menyoroti sejumlah persoalan pendidikan dan infrastruktur usai menerima LKPJ Bupati Bulungan Tahun 2025, sorotan tersebut dituangkan Komisi 1 pada penyerahan sejumlah rekomendasi yang disampaikan DPRD kepada Pemerintah daerah (Pemda) pada Senin (11/5).
Ketua Komisi I DPRD Bulungan, Rozana Bin Serang menyebutkan bahwa, dari rekomendasi yang disampaikan pihaknya menyoroti rendahnya realisasi anggaran pendidikan, kerusakan jalan, hingga pembangunan jembatan yang belum tuntas menjadi perhatian serius legislatif.
“Rekomendasi kita itu ya permasalahan pendidikan dan infrastruktur jalan yang masih perlu diperhatikan pemerintah, sebab ini kebutuhan masyarakat yang harus segera ditindaklanjuti pemerintah daerah,” tegas Rozana, Selasa (12/5).
Kemudian ia juga menyoroti rendahnya realisasi Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik pendidikan SD yang hanya mencapai 28,61 persen. lalu DPRD juga menemukan masih ada sekolah yang belum memiliki pagar, serta fasilitas SMP Negeri 2 Tanjung Selor yang belum lengkap seperti ruang guru, perpustakaan, dan laboratorium.
“Masih banyak persoalan pendidikan yang harus dibenahi agar proses belajar mengajar bisa berjalan maksimal dan aman bagi siswa maupun guru,” ujar Rozana.
Selain pendidikan, pihaknya juga menyoroti kondisi jalan penghubung antar kecamatan dan desa yang dinilai belum memadai. Komisi I meminta pemerintah segera memperbaiki akses jalan Tanjung Selor menuju Peso, termasuk menyelesaikan peningkatan jalan menuju Tanah Kuning dan pembangunan jembatan di Desa Sajau Hilir.
“Jalan dan jembatan ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat, sehingga harus menjadi prioritas pemerintah daerah,” tegasnya.
Di sektor kesehatan, DPRD meminta pembangunan RSUD Pratama Bunyu tetap dilanjutkan dan pelayanan Puskesmas Bunyu dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Pulau Bunyu.
“Kami berharap seluruh rekomendasi yang disampaikan dapat segera ditindaklanjuti pemerintah daerah,” tutup Rozana. (Adv/Lia)

