TANJUNG REDEB – Suasana Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Berau dipastikan kembali semarak dengan hadirnya Pasar Ramadan di halaman Masjid Agung Baitul Hikmah. Tahun ini, panitia menyiapkan ratusan lapak bagi pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berjualan takjil selama bulan puasa.

Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah, Kafrawi, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp menyampaikan bahwa total ada 128 lapak yang disiapkan bagi pedagang. Rinciannya terdiri dari 15 tenda tunggal, 42 tenda meja, serta 71 lapak untuk pedagang kaki lima (PKL).

“Jumlahnya kami bagi dalam tiga kategori. Saat ini pendaftar sudah cukup banyak, yang tersisa tinggal untuk PKL,” ujarnya.

Informasi pendaftaran, kata dia, telah disebarluaskan melalui media sosial resmi masjid serta siaran radio, sehingga minat masyarakat untuk ikut berjualan cukup tinggi. Antusiasme tersebut dinilai tidak jauh berbeda dengan pelaksanaan pasar Ramadan pada tahun-tahun sebelumnya.

Untuk biaya sewa, panitia menetapkan tarif berbeda sesuai jenis lapak. Tenda tunggal dipatok Rp 2,5 juta selama Ramadan, tenda meja Rp 1,25 juta, sedangkan lapak PKL Rp 500 ribu.

Kafrawi menambahkan, biaya tersebut sudah termasuk perlindungan asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi para pedagang. Kebijakan itu diambil sebagai langkah antisipasi setelah pernah terjadi insiden kecelakaan yang menimpa salah satu pelaku UMKM saat mempersiapkan bahan dagangan beberapa tahun lalu.

“Kami ingin pedagang merasa lebih aman selama beraktivitas,” katanya.

Panitia menargetkan seluruh tenda sudah terpasang sebelum 14 Ramadan. Selain itu, akan digelar pertemuan bersama pedagang dan Dinas Kesehatan Berau untuk membahas kelayakan pangan serta standar kebersihan.

Jam operasional pasar Ramadan dijadwalkan mulai pukul 14.00 hingga menjelang waktu berbuka puasa. Pedagang juga diingatkan untuk menjaga kebersihan area jualan mengingat lokasi kegiatan berada di lingkungan masjid.

“Kami minta sebelum Maghrib aktivitas sudah selesai dan kebersihan tetap dijaga. Lokasinya di masjid, jadi harus memperhatikan etika Ramadan,” pungkasnya.(SC)