BERAU, IT-NEWS.ID — Balapan liar dilaporkan terjadi di kawasan Kelurahan Gayam serta Kelurahan Tanjung Redeb di Jalan Pemuda, tepatnya di depan dealer Yamaha.

lurah Gayam, Purwawijoyo menyebut balapan liar terjadi di antaranya di Jalan APT Pranoto serta Jalan Hj Isa 1 dan 2.

Menurutnya, persoalan di lapangan tidak hanya berkaitan dengan pengendara. Keberadaan penonton juga menjadi hal yang perlu diperhatikan.

“Penonton secara tidak langsung dapat menjadi faktor pendukung keberlangsungan balapan liar. Semakin banyak penonton yang hadir, semakin besar pula daya tarik kegiatan tersebut bagi pelaku,” ungkapnya, Jumat (25/09/2026).

Menanggapi permasalahan balap liar tersebut, Kanit Patwal Satlantas Polres Berau, M Ridwan, mengatakan persoalan balapan liar bukan perkara baru. Menurutnya, aktivitas tersebut sudah ada sejak lama dan hingga sekarang belum sepenuhnya hilang.

“Kasus balapan liar ini sebenarnya kasus yang sudah klasik. Dari zaman dulu saya pertama kali berdinas, sampai sekarang tidak hilang-hilang,” kata Ridwan.

Ia mengatakan kepolisian sebelumnya telah melakukan berbagai langkah penanganan secara komprehensif dengan melibatkan pihak-pihak terkait.

Ridwan juga mengatakan balapan liar bukan hanya persoalan yang terjadi di Berau. Fenomena serupa, menurutnya, terjadi di berbagai daerah di Indonesia.

Salah satu pendekatan yang pernah dibahas adalah penyediaan sirkuit permanen untuk mengurangi daya tarik balapan liar di jalan umum. Namun, menurut Ridwan, keberadaan sirkuit tidak serta-merta membuat balapan liar hilang.

Ia menilai ada faktor lain yang membuat balapan liar tetap menarik, terutama keberadaan penonton.

“Balapan liar ini atmosphere-nya, daya tariknya, daya perhatiannya, terutama yang ikut menonton itu sangat besar,” katanya.

Dalam penanganan di lapangan, Ridwan mengatakan petugas juga menghadapi pola kucing-kucingan. Ketika satu lokasi mulai diawasi, pelaku dapat berpindah atau mencari lokasi lain.

“Kalau mereka sudah kita tongkrongi, kita stay-in di situ, jangan ke tempat yang lain,” ujarnya.

Ridwan bahkan menyebut pelaku balapan liar memiliki pola komunikasi tersendiri di lapangan.

“Mereka punya intel, mereka punya penghubung,” katanya.

Ridwan juga mengatakan penindakan terhadap balapan liar membutuhkan bukti yang cukup. Salah satunya dokumentasi berupa video untuk memastikan pelaku yang ditindak benar-benar terlibat dalam aktivitas tersebut.

“Untuk menentukan pelaku balap liar itu, kita harus ada video,” ujarnya.

Ridwan mengatakan keterlibatan pihak lain dalam penanganan balapan liar juga telah dilakukan. Salah satunya melalui pembentukan posko gabungan bersama Kelurahan Gayam.

Ridwan mengungkapkan bawah pengalaman penanganan selama ini menunjukkan bahwa balapan liar tidak cukup ditangani dengan satu pendekatan atau oleh satu instansi saja.

“Penanganan balapan liar ini tidak bisa dilakukan secara satu instansi saja. Harus ada komunikasi dan kolaborasi dengan instansi terkait,” pungkasnya.