TANJUNG SELOR – Kabupaten Nunukan tercatat sebagai daerah dengan jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) terbanyak di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) tahun 2025. Program bantuan sosial dari pemerintah pusat ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

 

Berdasarkan data Dinas Sosial Provinsi Kaltara, total penerima PKH di seluruh Kaltara mencapai 18.728 keluarga penerima manfaat (KPM). Dari jumlah tersebut, Kabupaten Nunukan menempati posisi teratas dengan lebih dari 5.700 KPM.

 

 

Posisi berikutnya ditempati Kota Tarakan dengan 5.102 KPM, disusul Kabupaten Bulungan sebanyak 4.966 KPM. Sementara itu, Kabupaten Malinau menerima PKH untuk sekitar 2.100 KPM dan Kabupaten Tana Tidung menjadi daerah dengan penerima paling sedikit, yakni sekitar 780 KPM.

 

Kepala Dinas Sosial Kaltara, Obed Daniel LT, mengatakan khusus Kabupaten Nunukan, realisasi anggaran PKH dari tahap pertama hingga tahap keempat sepanjang 2025 mencapai Rp16,8 miliar lebih.

 

“Untuk bantuan sosial PKH, Kabupaten Nunukan memang menjadi daerah dengan jumlah KPM terbanyak di Kaltara, dengan realisasi anggaran dari empat tahap penyaluran mencapai lebih dari Rp16 miliar,” ujarnya, kepada IT-News.id, Senin (26/1).

Pria yang akrab disapa Obed itu juga menjelaskan, jika penyaluran PKH dilakukan dalam empat tahap setiap tahunnya. Jika dalam proses penyaluran terdapat bantuan yang tidak tersalurkan, maka dana tersebut akan dikembalikan ke kas negara.

 

Secara keseluruhan, realisasi penyaluran PKH tahap 1 hingga tahap 4 di Provinsi Kaltara sepanjang tahun 2025 mencapai lebih dari Rp52 miliar.

 

“Jumlah penerima PKH tidak mengalami perubahan signifikan hingga akhir tahun 2025. Daerah dengan penerima terbanyak tetap Nunukan, sedangkan yang paling sedikit adalah Kabupaten Tana Tidung karena jumlah penduduknya juga paling kecil,” pungkasnya. (Lia)