BERAU – Lonjakan kunjungan wisatawan atau overtourism mulai terlihat di sejumlah destinasi unggulan di Berau, sehingga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat pengelolaan sektor pariwisata.
Sekretaris Daerah Berau, Muhammad Said, menyebut peningkatan jumlah wisatawan menjadi sinyal positif, namun harus diimbangi dengan kesiapan pengelolaan yang matang.
“Ini momentum yang luar biasa. Kita bersyukur banyak wisatawan datang ke Berau, tapi ke depan perlu kita komunikasikan lagi dengan para pengelola agar lebih siap dan peduli,” ujarnya, Rabu (01/04/2026).
Ia menjelaskan, pengelolaan destinasi wisata tidak bisa hanya bergantung pada pemerintah daerah semata, tetapi juga memerlukan peran aktif dari pelaku usaha pariwisata, seperti pengelola resort, operator tur, hingga pemilik penginapan. Koordinasi lintas sektor dinilai menjadi kunci agar pertumbuhan kunjungan wisata tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.
Muhammad Said menekankan pentingnya penerapan standar pelayanan dan pengelolaan yang lebih baik, termasuk dalam hal kapasitas daya tampung destinasi, pengelolaan sampah, hingga pengaturan arus kunjungan wisatawan. Hal ini diperlukan agar destinasi wisata di Berau tetap terjaga keasriannya dan tidak mengalami kerusakan akibat kunjungan yang berlebihan.
Di sisi lain, ia juga melihat kondisi ini sebagai peluang besar bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pendapatan asli daerah (PAD), khususnya dari sektor pariwisata. Dengan meningkatnya jumlah wisatawan, secara otomatis berdampak pada naiknya tingkat hunian hotel, penginapan, hingga rumah warga yang disewakan.
“Ini kesempatan untuk memaksimalkan retribusi. Dengan banyaknya tamu, otomatis tingkat hunian meningkat, dan itu harus diikuti dengan kewajiban pajak yang juga berjalan optimal,” jelasnya.
Said menambahkan, optimalisasi pendapatan ini harus dibarengi dengan pengawasan yang baik, sehingga seluruh pelaku usaha pariwisata dapat memenuhi kewajiban pajaknya secara tertib. Dengan demikian, hasil dari sektor pariwisata dapat kembali dimanfaatkan untuk pembangunan daerah, termasuk peningkatan infrastruktur dan fasilitas pendukung wisata.
Selain aspek ekonomi, Sekda juga mengingatkan pentingnya keterlibatan masyarakat lokal, khususnya aparatur kampung, dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata. Ia menilai, masyarakat memiliki peran strategis dalam menciptakan pengalaman yang positif bagi wisatawan, mulai dari keramahan, kebersihan lingkungan, hingga keamanan.
“Bukan hanya soal pendapatan, tapi bagaimana masyarakat di kampung juga bisa memberikan pelayanan terbaik kepada tamu yang datang. Ini yang harus kita maksimalkan bersama,” pungkasnya.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menjaga keberlangsungan sektor pariwisata. Tanpa kolaborasi yang baik, lonjakan wisatawan justru bisa menjadi beban bagi daerah.
Dengan pengelolaan yang tepat, sektor pariwisata di Berau tidak hanya mampu meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga tetap menjaga kelestarian alam dan budaya sebagai daya tarik utama bagi wisatawan di masa mendatang.

