Tanjung Redeb – Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan sektor pariwisata menjadi andalan utama Kabupaten Berau di tengah kondisi defisit anggaran dan kebijakan efisiensi APBD.
Sri Juniarsih menyampaikan, optimalisasi sektor pariwisata merupakan rekomendasi langsung dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) kepada Pemkab Berau. Karena itu, seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) tanpa terkecuali diminta bertanggung jawab mendukung pengembangan pariwisata sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
“Pariwisata harus kita maksimalkan. Seluruh OPD bertanggung jawab meningkatkan pariwisata, baik dari sisi keamanan, infrastruktur, maupun fasilitas pendukung lainnya,” tegas Sri Juniarsih.
Ia mengakui, kondisi penurunan anggaran berdampak pada pemangkasan anggaran OPD hingga sekitar 50 persen. Meski demikian, Bupati meminta keterbatasan anggaran tidak menjadi alasan untuk menurunkan kualitas program, terutama yang berkaitan dengan sektor unggulan daerah.
Di sisi lain, Bupati juga menekankan pentingnya penguatan ekonomi kreatif dan UMKM sebagai bagian dari ekosistem pariwisata. Camat, lurah, dan kepala kampung diminta aktif membina serta menggali potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM di wilayah masing-masing.
“Potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan UMKM adalah hak sepenuhnya masyarakat Berau. Ini yang harus kita gali tanpa bergantung pada dana bagi hasil,” ujarnya.
Di tengah efisiensi anggaran, Pemkab Berau tetap mencatatkan kinerja positif. Hingga 31 Desember 2025, serapan anggaran daerah mencapai sekitar Rp5,4 triliun atau 89,7 persen dari total pagu APBD sebesar Rp6 triliun.
“Di tengah keterbatasan, kita masih memiliki potensi besar. Tinggal bagaimana kita mengelolanya dengan maksimal, terkoordinasi, dan tetap profesional,” pungkas Bupati.(*)

