Tanjung Redeb – Pemerintah Kecamatan Maratua menilai upaya mewujudkan pariwisata berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Kesan positif yang dirasakan wisatawan selama berkunjung menjadi faktor utama agar destinasi tetap diminati dalam jangka panjang.

Hal tersebut disampaikan Camat Maratua, Arianto, saat ditemui awak media di Pulau Maratua beberapa waktu lalu. Menurutnya, wisatawan yang merasa nyaman akan terdorong untuk kembali berkunjung, yang menjadi indikator keberlanjutan pariwisata.

“Kalau wisatawan datang lalu ingin kembali lagi, di situlah konsep berkelanjutan berjalan,” ujarnya.

Ia menekankan kebersihan lingkungan, khususnya kawasan pesisir, sebagai tantangan utama di Maratua. Sampah laut yang terbawa arus kerap mencemari pantai, sementara keterbatasan tenaga serta sarana kebersihan menjadi kendala dalam penanganannya.

Arianto mencontohkan pengelolaan pantai di Bali yang dilakukan secara rutin dengan dukungan peralatan khusus, sehingga kebersihan pesisir tetap terjaga setiap hari.

Selain kebersihan, ketersediaan infrastruktur pendukung juga menjadi sorotan. Ia menyebut keberadaan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tambahan sangat dibutuhkan, mengingat BBM memiliki peranan vital bagi transportasi laut di wilayah kepulauan.

Tak hanya itu, Arianto juga menyoroti pentingnya jaringan komunikasi yang stabil serta pembangunan dermaga distribusi logistik guna memperlancar pasokan kebutuhan pokok dari Tanjung Redeb ke Maratua dan pulau-pulau sekitarnya.

Ia pun mengajak seluruh pihak, termasuk masyarakat setempat, untuk terlibat aktif menjaga kebersihan lingkungan melalui edukasi berkelanjutan, agar Maratua tetap mampu mempertahankan posisinya sebagai salah satu destinasi wisata andalan Berau. (adv)