TANJUNG SELOR – Instruksi Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto agar masyarakat menggunakan genteng sebagai atap rumah menggantikan seng menjadi perhatian para kepala daerah, termasuk di Kabupaten Bulungan.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengaku telah menerima langsung arahan tersebut dalam rapat koordinasi bersama Presiden baru-baru ini. Ia menyatakan dukungan terhadap kebijakan tersebut, namun menilai perlu adanya skema yang jelas agar kebijakan dapat diterapkan dengan baik di daerah.
“Saya mendukung instruksi Presiden, tetapi tentu perlu diikuti dengan skema yang melibatkan UMKM atau masyarakat kecil yang memproduksi genteng,” ujar Syarwani, Jumat (6/2)
Menurutnya, arahan tersebut berpotensi diterapkan secara bertahap, baik pada bangunan baru maupun program perumahan pemerintah. Ia juga menilai kemungkinan adanya subsidi dari pemerintah pusat masih perlu ditunggu kejelasannya.
Syarwani menjelaskan, penggunaan genteng dinilai lebih aman dari sisi kesehatan lingkungan. Seng berpotensi berkarat, sementara air hujan yang ditampung dari atap sering dikonsumsi masyarakat.
“Mungkin dampaknya tidak langsung terasa sekarang, tapi ke depan bisa berpengaruh pada kesehatan. Jadi ini pemikiran jangka panjang,” jelasnya.
Ia menyadari kebijakan tersebut akan memunculkan pertanyaan dari masyarakat, terutama terkait biaya pengadaan genteng dan apakah akan ada bantuan atau subsidi dari pemerintah.
Namun di sisi lain, Syarwani melihat kebijakan ini dapat membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal, khususnya UMKM, koperasi, dan pengrajin genteng di Bulungan.
“Selama ini genteng masih didatangkan dari Jawa. Kalau kebijakan ini berjalan, bisa membuka peluang usaha lokal dan menekan harga,” katanya.
Ia berharap pemerintah pusat dapat mendukung dengan pelatihan pembuatan genteng serta bantuan peralatan bagi pelaku usaha kecil dan koperasi desa.
“Intinya, pemerintah daerah siap bersinergi dengan pemerintah pusat. Sepanjang kebijakan ini berdampak baik dan bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, tentu akan kami dukung,” tutup Syarwani. (Lia)

