Tanjung Redeb – Di tengah isu pemangkasan anggaran tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Berau memastikan program Rumah Tidak Layak Huni (RLH) tetap berjalan. Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Berau bahkan mencatat adanya peningkatan jumlah unit dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Perumahan Disperkim Berau, Juli Mahendra, mengatakan pihaknya mengapresiasi komitmen Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, yang tetap menempatkan program RLH sebagai prioritas pembangunan daerah.
“Program Rumah Tidak Layak Huni ini merupakan bagian dari visi-misi Bupati. Kami sangat mengapresiasi karena di tahun 2026 justru ada peningkatan unit, meski kondisi keuangan daerah cukup berat,” ujarnya.
Juli menjelaskan, pada tahun 2024 jumlah bantuan RLH mencapai 345 unit. Namun jumlah tersebut turun drastis pada 2025 menjadi hanya 45 unit rumah, kondisi yang dinilainya cukup memprihatinkan.
Memasuki tahun 2026, meski sempat dikhawatirkan terdampak efisiensi dan pemotongan anggaran dari pusat, Disperkim Berau tetap memperoleh alokasi bantuan sekitar 100 unit lebih, ditambah 37 unit rumah relokasi.
“Dengan kondisi keuangan seperti sekarang, kami sempat menduga program ini akan hilang. Tapi Alhamdulillah, tahun 2026 masih ada sekitar 100 unit lebih, ditambah relokasi,” jelasnya.
Ia menegaskan, kegiatan RLH yang dimaksud merupakan peningkatan kualitas rumah atau renovasi, bukan pembangunan rumah baru. Program ini juga diharap mendapat dukungan dari APBD Provinsi serta pemerintah pusat.
“Kalau provinsi dan pusat masih mendukung, rasanya tidak mungkin APBD kabupaten sama sekali tidak menganggarkan. Itu harapan kami,” katanya.
Terkait mekanisme, Juli memastikan data penerima bantuan tetap mengacu pada basis data resmi Disperkim Berau. Rumah yang dibantu adalah rumah yang telah terdata, bukan di luar pendataan pemerintah daerah.
“Data rumah penerima tetap kami siapkan. Jadi serapan dan capaian bantuan tetap terukur,” tegasnya.
Ia berharap, selain alokasi murni 2026, ke depan akan ada penambahan anggaran melalui APBD Perubahan (ABT) jika kondisi keuangan daerah membaik.
“Mudah-mudahan 100 unit ini bisa bertambah, baik di ABT 2026 maupun ke depannya, agar target kebutuhan rumah layak huni masyarakat Berau bisa terus terpenuhi,” pungkasnya.

