Tanjung Redeb – Menjelang libur akhir tahun, potensi wisata di Kampung Kakaban, Kecamatan Maratua, terus digenjot oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Berau. Melalui pembenahan sarana dan prasarana, kawasan Danau Ubur-ubur di Pulau Kakaban dipersiapkan menjadi destinasi unggulan yang nyaman sekaligus berkelanjutan bagi wisatawan.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau melalui Staf Teknis dan Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur wisata di Kakaban juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan potensi kampung setempat sebagai desa wisata.

Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Wisata Disbudpar Berau melalui Staf Teknis dan Pengawas Kepariwisataan, Andi Nursyamsi, mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur wisata di Kakaban juga menjadi langkah nyata dalam mendukung pengembangan potensi kampung setempat sebagai desa wisata.

“Untuk fokus utama tahun ini adalah penyelesaian pembangunan jalur traking atau boardwalk di sekitar Danau Ubur-ubur,” ungkap Andi.

Ia menjelaskan, penataan tersebut tidak hanya ditujukan untuk mempercantik kawasan, tetapi juga untuk mengatur arus kunjungan wisata agar tidak terpusat di satu titik. Dengan begitu, aktivitas wisata dapat lebih merata dan berdampak ekonomi pada masyarakat sekitar.

“Pembangunan traking di atas air ini bertujuan agar pergerakan wisatawan bisa menyebar merata,” jelasnya.

Selain meningkatkan kenyamanan pengunjung, desain jalur ini juga memperhatikan aspek konservasi. Penyebaran arus wisata diharapkan bisa mengurangi tekanan terhadap biota ubur-ubur yang menjadi daya tarik utama Kakaban.

Jalur boardwalk tersebut dirancang membentang lebih dari 600 meter dari sisi darat hingga ke area danau. Di ujung jalur akan dibangun jetty atau dermaga kecil yang difungsikan sebagai titik pandang sekaligus tempat sandar perahu wisata.

“Dari area luar menuju danau, wisatawan akan melewati jalur traking sejauh sekitar 400 meter lebih, yang dilengkapi dua titik gazebo sebagai tempat istirahat,” terangnya.

Selain jalur utama, Disbudpar juga menata fasilitas pendukung seperti dua unit toilet dan kamar ganti, serta mempercantik kawasan Tourist Information Center (TIC) yang sudah lebih dulu dibangun.

Untuk memperkuat fungsi pengawasan dan pelayanan, pemerintah juga menambah pos penjaga bergaya minimalis di kawasan wisata tersebut.

“Kami harapkan dengan pembenahan ini, kunjungan wisata ke Pulau Kakaban dapat semakin meningkat, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga Kampung Kakaban,” pungkasnya. (ADV/ *D)