DEMAK — Jebolnya tanggul Sungai Tuntang pada Jumat (3/4/2026) siang memicu banjir besar yang merendam permukiman warga di Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Air meluap dengan cepat dan menggenangi Desa Trimulyo serta Sidoharjo, Kecamatan Guntur, hingga memaksa ribuan warga mengungsi.

Peristiwa bermula sekitar pukul 11.00 WIB, saat tanggul tidak mampu menahan derasnya debit air kiriman dari wilayah hulu. Hujan lebat yang mengguyur daerah atas, seperti Kedungjati, disebut menjadi pemicu utama meningkatnya volume air di Sungai Tuntang.

“Karena debit air terlalu tinggi. Yang fatal itu kalau hujan di daerah atas, seperti Kedungjati, pasti mengalir ke Sungai Tuntang,” ujar perangkat Desa Trimulyo, Rofiq.

Setidaknya terdapat tiga titik tanggul yang jebol di dua desa, dengan lebar kerusakan mencapai 10 hingga 15 meter. Akibatnya, air dengan cepat masuk ke permukiman warga.

Ketinggian banjir di dalam rumah warga dilaporkan mencapai sekitar 1 meter dan merendam puluhan RT di beberapa RW. Warga pun terpaksa mengungsi ke wilayah yang lebih aman, dengan total 2.839 jiwa mengungsi akibat banjir yang tercatat oleh BPBD.

“Kalau debit air belum surut, banjir masih akan terus masuk ke permukiman,” tambah Rofiq.

Di tengah situasi tersebut, kabar duka datang dari salah satu warga. Seorang anak berusia 7 tahun berinisial AR dilaporkan hanyut saat banjir dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Sabtu (4/4/2026).

Peristiwa itu terjadi ketika korban diduga mengikuti ayahnya keluar rumah saat kondisi air terus meninggi, tanpa disadari hingga akhirnya terseret arus.

“Memang saat itu airnya naik. Anaknya mengikuti bapaknya, tapi tidak terlihat,” ujar Komandan Koramil Guntur, Kapten Inf Suyitno.

Jenazah korban telah ditemukan dan dimakamkan oleh keluarga di tengah suasana duka yang masih menyelimuti wilayah terdampak banjir.

Banjir yang datang tiba-tiba ini tidak hanya merendam rumah, tetapi juga mengubah suasana desa menjadi penuh kepanikan. Warga berlarian menyelamatkan diri dan barang berharga, sementara genangan air yang keruh terus mengalir tanpa henti.

Hingga kini, kondisi banjir masih belum sepenuhnya surut, dan upaya penanganan terus dilakukan oleh pihak terkait.(*)