TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan menetapkan 10 Proyek Strategis Daerah (PSD) Tahun Anggaran 2026 dengan total anggaran sebesar Rp41,26 miliar.Program tersebut difokuskan pada pembangunan infrastruktur jalan, penataan kawasan perkotaan, peningkatan layanan kesehatan, pengelolaan lingkungan, hingga sektor pertanian.
Penetapan proyek strategis itu tertuang dalam Keputusan Bupati Bulungan Nomor 100.3.3.2/313 Tahun 2026 tentang perubahan lampiran Keputusan Bupati Nomor 100.3.3.2/200 Tahun 2026.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan perubahan daftar proyek strategis dilakukan untuk menyesuaikan kebutuhan pembangunan daerah agar program yang dijalankan lebih tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
“Proyek strategis daerah merupakan program prioritas yang harus mendapat perhatian bersama. Seluruh pelaksanaannya diarahkan untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan pelayanan publik, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Syarwani, Senin (13/7).
Pembangunan infrastruktur jalan masih menjadi fokus utama. Salah satunya peningkatan Jalan Simpang Poros Salimbatu–Sei Urang di Kecamatan Tanjung Palas dengan anggaran Rp8,32 miliar.
Selain itu, pemerintah juga menganggarkan Rp6,95 miliar untuk peningkatan Jalan Gunung Seriang–Peso (STA Gunung Ilanun) di Kecamatan Tanjung Palas Barat dan Rp4,41 miliar untuk peningkatan Jalan Simpang Padaelo–Sabanar Baru di Kecamatan Tanjung Selor.
Menurut Syarwani, pembangunan jalan penting untuk membuka akses masyarakat, memperlancar distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
Di kawasan perkotaan, Pemkab Bulungan juga mengalokasikan Rp5,19 miliar untuk penanganan saluran pembuang di kawasan Jalan Buah-Buahan, Tanjung Selor. Proyek ini diharapkan mampu mengurangi genangan air dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan memperoleh anggaran Rp2,5 miliar untuk pengadaan peralatan pengolahan sampah di Pusat Daur Ulang (PDU) Tanjung Selor guna mendukung sistem pengelolaan sampah yang lebih modern.
“Kami ingin pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga memperhatikan kualitas lingkungan sehingga masyarakat memperoleh manfaat yang berkelanjutan,” katanya.
Pemkab juga menganggarkan Rp5,49 miliar untuk pembangunan pagar dan gerbang keluar-masuk otomatis Pasar Induk Tanjung Selor. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan keamanan, ketertiban, dan pengelolaan kawasan pasar.
Di bidang kesehatan, RSUD dr. H. Soemarno Sosroatmodjo Tanjung Selor mendapat tiga proyek strategis, yakni pengadaan alat kedokteran anak berupa Infant Incubator with Infant Radiant Warmer senilai Rp3,10 miliar, pembangunan ruang Cytotoxic Drug Cabinet sebesar Rp2,09 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK), serta pengadaan alat operasi mata Phacofragmentation System senilai Rp1,59 miliar.
Syarwani menegaskan peningkatan fasilitas kesehatan menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan pelayanan medis yang lebih baik kepada masyarakat.
“Kami terus berupaya melengkapi sarana kesehatan agar pelayanan kepada masyarakat semakin cepat, berkualitas, dan sesuai kebutuhan,” ujarnya.
Selain itu, sektor pertanian juga mendapat perhatian melalui pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) bagi Kelompok Tani KM 56 dan KM 57 di Desa Sajau, Kecamatan Tanjung Palas Timur, dengan anggaran Rp1,62 miliar.
Jalan tersebut diharapkan mempermudah mobilitas petani dan memperlancar distribusi hasil panen.
Bupati meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) yang menjadi penanggung jawab proyek agar melaksanakan setiap kegiatan secara profesional, tepat waktu, dan sesuai ketentuan.
“Seluruh proyek strategis ini harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran. Kami berharap seluruh pembangunan ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendorong kemajuan Kabupaten Bulungan secara merata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Lia)

