Tanjung Redeb – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) mengubah pola dukungan kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Dukungan berupa bantuan tunai langsung yang selama ini kerap dinanti tidak tersedia untuk tahun anggaran 2025 maupun 2026.
Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita menyatakan bahwa sejak beberapa tahun terakhir, fokus kebijakan bergeser dari pemberian dana tunai ke pendampingan teknis yang dinilai memiliki manfaat jangka panjang bagi pelaku usaha.
Pendampingan tersebut mencakup pengurusan legalitas usaha, sertifikasi halal, serta Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) yang semuanya diberikan tanpa biaya kepada peserta.
“Bantuan non-tunai justru dapat memberikan manfaat jangka panjang dibandingkan bantuan dana yang bersifat sementara,” ujar Eva.
Menurut Eva, kelengkapan legalitas usaha seperti Nomor Induk Berusaha (NIB), sertifikat halal, dan perlindungan HAKI merupakan fondasi penting agar UMKM dapat berkembang dan mengakses peluang pasar yang lebih luas, termasuk mengikuti program pendanaan di tingkat provinsi dan nasional.
Meski demikian, penyesuaian kebijakan ini dilakukan di tengah tekanan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat yang memaksa pemerintah daerah mengatur ulang prioritas program. Eva memastikan bahwa meskipun bentuk dukungan tidak berupa uang tunai, pendampingan dan fasilitasi kepada UMKM tetap menjadi prioritas Diskoperindag.
“Di tengah efisiensi bantuan lainnya akan tetap ada, tetapi kami tetap berupaya mendampingi pelaku usaha agar usahanya naik kelas, meski bentuk bantuannya bukan berupa uang tunai,” tambah Eva.
Selain itu, Diskoperindag Berau juga menyampaikan bahwa bantuan alat produksi masih tersedia bagi pelaku usaha yang dinilai memiliki potensi berkembang, sehingga mereka dapat meningkatkan kapasitas produksi dan produktivitas usaha.
Perubahan pendekatan ini mencerminkan pergeseran strategi pemerintah dari dukungan konsumtif ke pemberdayaan yang lebih struktural, walaupun beberapa pelaku UMKM mungkin tetap berharap pada bantuan tunai di tengah berbagai tantangan pasar dan tekanan ekonomi. (*/pan).

