TANJUNG SELOR – Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tarakan memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam upaya menjamin keamanan pangan.

Sejumlah program prioritas nasional akan dilaksanakan sepanjang tahun ini dengan fokus pada perlindungan konsumen, khususnya masyarakat dan anak sekolah.

Kepala BPOM Tarakan, Iswadi, mengatakan bahwa selama ini BPOM telah bersinergi dengan berbagai perangkat daerah di Bulungan. Ke depan, kerja sama tersebut tidak hanya dipertahankan, tetapi juga akan ditingkatkan agar pelaksanaan program lebih optimal.

“Selama ini kami sudah berkoordinasi dengan perangkat daerah. Program yang berjalan akan tetap dipertahankan, dan beberapa di antaranya akan kita tingkatkan,” ujar Iswadi kepada IT-News.id, Senin (26/1).

Ia menjelaskan, pada 2026 BPOM Tarakan akan melaksanakan tiga program prioritas nasional di Bulungan yang berfokus pada keamanan pangan.

Program tersebut meliputi pasar aman dari bahan berbahaya, pangan jajanan anak sekolah (PJAS), serta gerakan desa pangan aman.

“Ada tiga kegiatan yang menjadi fokus, yaitu pasar aman dari bahan berbahaya, pangan jajanan anak sekolah, dan gerakan desa pangan aman,” jelasnya.

Menurut Iswadi, ketiga program tersebut akan dilaksanakan secara terpadu bersama instansi terkait dan diintervensi secara berkelanjutan sepanjang tahun agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Tiga kegiatan ini akan kita laksanakan bersama instansi terkait dan berjalan penuh selama tahun ini,” tegasnya.

Sementara itu, Bupati Bulungan Syarwani menyambut baik pelaksanaan program keamanan pangan yang dijalankan BPOM Tarakan. Ia menilai isu pangan aman memiliki banyak aspek dan membutuhkan keterlibatan lintas sektor.

“Kami menyambut baik program BPOM terkait pangan aman di Bulungan,” kata Syarwani.

Ia berharap seluruh perangkat daerah dapat bersinergi dengan BPOM agar program berjalan efektif dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

“Kami berharap perangkat daerah terkait dapat bersinergi dengan BPOM,” ujarnya.

Syarwani menambahkan, keamanan pangan tidak hanya menyangkut kesehatan, tetapi juga mencakup aspek kehalalan, kebersihan, serta keamanan konsumsi, termasuk bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Pangan aman ini banyak aspeknya, mulai dari kehalalan, kebersihan, hingga aspek kesehatan,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendampingan dan pelatihan bagi UMKM agar mampu menghasilkan produk pangan yang aman, berkualitas, dan berdaya saing.

“Kami mendorong adanya pelatihan bagi UMKM supaya produk pangan yang dihasilkan aman dan layak dikonsumsi,” pungkasnya. (Lia)