Tanjung Redeb – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Berau terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur jalan di 13 kecamatan. Fokus utama saat ini adalah menangani kondisi ribuan kilometer jalan, termasuk akses menuju pusat kegiatan dan destinasi wisata unggulan.

Sekretaris DPUPR Berau, Bambang Sugianto mengatakan bahwa total panjang jalan yang menjadi kewenangan kabupaten mencapai sekitar 1.433 kilometer. Namun, dari jumlah tersebut, hanya sekitar 555,75 kilometer atau sekitar 38,77 persen yang kondisinya berada dalam kategori baik dan sedang. Sisanya masih mengalami kerusakan ringan hingga berat, sehingga perlu segera ditangani.

Untuk mengejar ketertinggalan ini, pihaknya telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar, dengan estimasi biaya pembangunan dan rehabilitasi jalan sekitar Rp20 Miliar hingga Rp40 Miliar Rupiah per kecamatan. Dana tersebut akan digunakan untuk berbagai pekerjaan, termasuk perbaikan jalan rusak, rekonstruksi, hingga pelebaran ruas yang strategis.

“Arah pembangunan dan rehabilitasi jalan dilakukan merata di 13 kecamatan dengan estimasi anggaran berkisar antara Rp20 miliar hingga Rp40 miliar per kecamatan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, di beberapa Kecamatan proyek peningkatan jalan telah memasuki tahap pelaksanaan, seperti perbaikan Jalan poros Pandansari sampai Harapan Jaya, serta peningkatan akses di Biduk-Biduk dan pembangunan pelengkap jalan poros Teluk Sulaiman hingga Teluk Sumbang dengan anggaran puluhan miliar rupiah.

“Selain itu, terdapat rekonstruksi jalan poros Pandansari-Harapan Jaya senilai Rp9 miliar,” bebernya.

Bambang mengatakan, meskipun sebagian besar anggaran dialokasikan ke wilayah perkotaan seperti Tanjung Redeb, Sambaliung, dan Gunung Tabur, DPUPR tetap menjaga komitmen untuk memperbaiki infrastruktur di wilayah pesisir dan kawasan yang mendukung sektor pariwisata.

“Kita terus memproyeksikan pembangunan jalan ini dapat rampung secara bertahap hingga tahun 2026, sehingga konektivitas antar wilayah semakin baik dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal,” tutup Bambang. (*/pan).