Samarinda – Upaya pengejaran terhadap dua buronan kasus dugaan perakitan bom molotov yang terjadi pada 1 September 2025 masih terus berlanjut.

Hingga kini, Polresta Samarinda belum berhasil mengamankan kedua orang yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), meski berbagai langkah penelusuran telah dilakukan.

Kepada awak media, Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, mengatakan bahwa seluruh personel yang terlibat dalam penanganan kasus tersebut terus bekerja secara intensif di lapangan.

Setiap informasi yang masuk, kata dia, langsung ditindaklanjuti untuk mempersempit ruang gerak para buronan.

“Tim kami masih terus bergerak dan melakukan upaya maksimal untuk melacak keberadaan dua orang ini,” ujar Hendri, Jumat (27/2/2026).

Dua DPO yang dimaksud masing-masing berinisial Andis serta Edy Susanto alias Kepet.

Keduanya diduga terlibat dalam persiapan penggunaan bom molotov yang sempat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Meski identitas kedua terduga telah dikantongi dan status DPO telah diumumkan secara resmi, hingga kini keberadaan mereka belum berhasil dipastikan.

Hendri juga menjelaskan, pencarian dilakukan melalui berbagai metode, mulai dari penyelidikan langsung di lapangan hingga pemanfaatan teknologi informasi untuk menelusuri kemungkinan jejak digital para buronan.

“Upaya penyelidikan manual maupun berbasis teknologi informasi terus kami lakukan untuk mengetahui posisi mereka,” imbuhnya.

Polisi juga menindaklanjuti sejumlah informasi dari masyarakat yang menyebut salah satu DPO kerap terlihat di wilayah Samarinda dan Jakarta.

Namun, Hendri menegaskan bahwa informasi tersebut masih dalam tahap verifikasi.

Ia mengimbau masyarakat yang mengetahui atau memiliki informasi terkait keberadaan kedua DPO tersebut agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian terdekat.

“Kami harapkan peran aktif masyarakat untuk membantu proses penegakan hukum ini,” pungkasnya.(*)