TANJUNG SELOR – Suasana Pasar Pagi di Jalan Tendean, Kabupaten Bulungan, mendadak mencekam setelah seorang pria ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa, Kamis pagi (30/4). Penemuan tersebut sempat membuat panik warga yang tengah beraktivitas di lokasi.

Warga yang pertama kali mengetahui kejadian itu langsung melaporkan kepada pihak kepolisian. Tidak lama kemudian, aparat dari Polresta Bulungan tiba di tempat kejadian perkara (TKP) untuk melakukan penanganan awal.

Kanit Resmob Polresta Bulungan, Ipda Eko bersama personel Samapta langsung mengamankan area sekitar agar situasi tetap kondusif. Petugas kemudian melakukan olah TKP untuk memastikan kondisi di lapangan sekaligus mengumpulkan informasi awal terkait kejadian tersebut.

Korban diketahui bernama Subiyanto (49), seorang pria asal Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Sehari-hari, korban bekerja sebagai penggiling kopi dan juga melakukan pekerjaan serabutan di sekitar kawasan pasar.

“Korban akan dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum,” ujar Ipda Eko di lokasi kejadian.

Dari hasil pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hal ini menguatkan dugaan sementara bahwa korban meninggal dunia bukan akibat tindak kriminal.

Meski demikian, pihak kepolisian tetap berkoordinasi dengan tenaga medis untuk memastikan penyebab pasti kematian.

Namun, rencana pemeriksaan lanjutan berupa autopsi tidak dilakukan karena pihak keluarga menolak. “Tidak ada tanda-tanda kekerasan, dan keluarga menolak untuk dilakukan otopsi,” tambah Ipda Eko.

Penemuan jenazah ini juga dibenarkan oleh Kasi PIDM Humas Polresta Bulungan, Aipda Hadi Purnomo. Ia memastikan bahwa proses penanganan telah dilakukan sesuai prosedur dan situasi di lokasi tetap aman dan terkendali.

Berdasarkan data kepolisian, korban merupakan laki-laki beragama Islam, lahir di Jombang pada 18 Desember 1977. Korban diketahui belum menikah dan tinggal di kawasan Sawahan, Jombang.

Kronologi kejadian bermula dari keterangan saksi AF, teman satu rumah korban. Pada pukul 06.00 WITA, saksi sempat melihat korban masih dalam kondisi tertidur di kamar. Namun saat kembali ke rumah sekitar pukul 10.30 WITA, korban masih berada pada posisi yang sama dan tidak menunjukkan respons.

Merasa curiga, saksi kemudian menghubungi adik korban, AS. Sekitar pukul 10.45 WITA, AS tiba di lokasi dan langsung memeriksa kondisi korban dengan mengecek pernapasan serta denyut nadi.

Setelah tidak ditemukan tanda-tanda kehidupan, ia menyimpulkan bahwa korban telah meninggal dunia dan segera menghubungi pihak kepolisian.Hasil visum sementara menunjukkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Selain itu, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar enam jam sebelum ditemukan.

Pihak keluarga juga menyampaikan bahwa korban tidak memiliki riwayat penyakit dan tidak sedang mengonsumsi obat-obatan. Keluarga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan pada Kamis sore pukul 16.00 WITA di Tempat Pemakaman Umum (TPU) di Jalan Cendrawasih, Tanjung Selor.

Peristiwa ini sempat menarik perhatian warga yang berkerumun di sekitar lokasi. Aparat kepolisian dengan sigap mengatur situasi agar tetap tertib dan tidak mengganggu proses evakuasi.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dan berkoordinasi dengan tenaga medis untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Meski demikian, situasi di lokasi kejadian dilaporkan dalam keadaan aman, tertib, dan terkendali. (Lia)