Samarinda— Aksi interupsi dilakukan puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Keluarga Mahasiswa Universitas Mulawarman (Unmul) saat Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji memaparkan program pemerintah dalam forum diskusi di Kantor Rektorat Unmul, Selasa (31/3/2026).

Mahasiswa masuk ke ruangan sambil berteriak dan mengangkat kertas merah sebagai simbol kritik terhadap kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud dan Seno Aji.

Aksi tersebut dilakukan untuk menagih respons pemerintah atas tantangan debat terbuka yang telah dilayangkan BEM KM Unmul sejak Februari 2026.

Presiden BEM KM Unmul Hiththan Hersya Putra mengatakan, hingga kini belum ada jawaban resmi dari Pemprov Kaltim terkait ajakan debat tersebut.

“Kami sudah menyampaikan tantangan debat sejak 23 Februari, tapi sampai sekarang belum ada respons,” ujarnya.

Menurutnya, sikap tersebut menunjukkan pemerintah belum bersedia membuka ruang diskusi yang lebih substantif terkait berbagai persoalan di daerah.

Ia menjelaskan, selain undangan diskusi dari BEM Fisipol, pihaknya juga secara khusus mengajukan forum debat untuk menguji kebijakan pemerintah secara terbuka.

Putra menegaskan, materi yang akan dibahas dalam debat tidak hanya isu populer, tetapi juga persoalan mendasar yang menyangkut kepentingan masyarakat, seperti hak buruh dan nelayan.

“Apa pemerintah tidak siap diuji gagasannya di ruang terbuka?” katanya.

BEM KM Unmul menyatakan akan terus mendorong agar debat terbuka tersebut dapat terlaksana, sebagai bagian dari kontrol publik terhadap kinerja pemerintah daerah.

“Kami ingin ruang dialog yang terbuka dan berbasis data, agar publik bisa menilai langsung,” tutupnya.