BERAU – Luas wilayah dan kekayaan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Berau dinilai belum sepenuhnya diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi yang optimal. Hal ini menjadi sorotan Wakil Ketua II DPRD Kalimantan Timur, Ananda Emira Moeis, saat menanggapi posisi strategis Berau dalam pembangunan daerah.
Menurutnya, Berau memiliki karakteristik wilayah yang cukup unik dengan komposisi sekitar 70 persen kawasan pesisir dan 30 persen daratan, serta mencakup 115 kampung. Dengan kondisi tersebut, Berau dinilai memiliki potensi ekonomi yang sangat besar, khususnya dari sektor sumber daya alam dan kelautan.
Namun demikian, ia menilai laju pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut masih tergolong lambat. Hal ini, menurutnya, perlu menjadi perhatian bersama untuk mencari penyebab sekaligus solusi yang tepat.
“Nah ini ada apa? Dengan potensi sebesar ini, seharusnya bisa lebih dimaksimalkan,” ujarnya pada It-news.id pada Rabu (22/04/2026).
Ia menegaskan, DPRD Kaltim terus mendorong berbagai pihak, termasuk pemangku kepentingan di daerah, untuk memperjuangkan program-program pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Berau.
Fokus pembangunan, lanjutnya, perlu diarahkan pada penguatan ketahanan ekonomi masyarakat, peningkatan infrastruktur, serta sektor pelayanan dasar seperti kesehatan dan pendidikan.
“Program-program yang diperjuangkan harus benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, infrastruktur, hingga layanan dasar,” tambahnya.
Dengan potensi yang dimiliki, ia optimistis Kabupaten Berau dapat berkembang lebih pesat ke depan, asalkan pengelolaan dan arah kebijakan pembangunan dilakukan secara maksimal dan tepat sasaran.

