TARAKAN – Warga Kota Tarakan sempat digegerkan dengan penemuan seorang remaja yang ditemukan bersimbah darah di kawasan Pasar Gusher, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Tarakan Barat, pada Senin malam (13/4). Korban diketahui berinisial IS (18).

Peristiwa tersebut awalnya memunculkan berbagai spekulasi di tengah masyarakat. Namun, setelah melakukan serangkaian penyelidikan, pihak Kepolisian Resor (Polres) Tarakan memastikan bahwa kematian remaja tersebut diduga merupakan kasus bunuh diri dan tidak melibatkan pihak lain.

Kasat Reskrim Polres Tarakan, Reginal Yuniawan Sujono, mengungkapkan bahwa hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta pemeriksaan medis tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil penyelidikan, korban diketahui berada seorang diri saat kejadian. Selain itu, tidak ditemukan indikasi kekerasan maupun keterlibatan pihak lain,” ujarnya saat memberikan keterangan, Rabu (15/4).

Pihak kepolisian juga telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi guna memastikan kronologi kejadian secara menyeluruh. Selain itu, sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi turut diamankan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental yang telah berlangsung cukup lama. Ia diduga mengidap Skizofrenia dan mengalami depresi dalam kurun waktu kurang lebih dua tahun terakhir.

Kondisi tersebut diduga menjadi faktor utama yang mendorong korban mengakhiri hidupnya. Meski demikian, pihak kepolisian tetap melakukan penyelidikan secara mendalam untuk memastikan tidak ada unsur lain dalam kejadian tersebut.

Di sisi lain, korban dikenal sebagai sosok yang cukup baik di lingkungan sekitarnya. Ia kerap membantu orang tuanya berjualan di pasar, sehingga kabar kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum jelas kebenarannya, terutama yang beredar di media sosial. Masyarakat diminta untuk tidak menyebarkan kabar yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan keresahan.

“Kami berharap masyarakat tetap tenang, tidak terprovokasi oleh isu-isu yang tidak benar, serta turut menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif,” tambahnya.(Lia)