Berau — Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Berau menegaskan komitmennya untuk meningkatkan fasilitas dasar di sejumlah destinasi wisata, khususnya penyediaan toilet yang dinilai menjadi kebutuhan utama wisatawan.
Sekretaris Disbudpar Berau, Samsiah Nawir, mengatakan bahwa peningkatan fasilitas menjadi hal penting seiring tingginya kunjungan wisatawan, terutama pada momen tertentu.
“Kalau kita lihat tingkat kunjungan saat peak season, toilet yang ada sekarang itu tidak mencukupi. Jadi memang perlu adanya penambahan fasilitas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, selain penambahan, perbaikan fasilitas toilet yang sudah ada juga menjadi perhatian, mengingat beberapa di antaranya mengalami kerusakan.
“Saya rasa dengan pendapatan yang ada sekarang oleh pengelola, itu bisa untuk peningkatan fasilitas seperti toilet,” katanya.
Samsiah menambahkan, pihaknya membuka peluang penganggaran untuk penambahan fasilitas tersebut, baik melalui anggaran perubahan maupun tahun berikutnya.
“Kalau memang didukung, insyaallah akan dianggarkan lagi, baik di perubahan atau tahun depan. Karena toilet ini benar-benar sangat dibutuhkan oleh wisatawan di semua daya tarik wisata,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Teknis dan Pengawasan Kepariwisataan Disbudpar Berau, Andi Nursyamsi, menegaskan bahwa toilet merupakan bagian dari amenitas dasar yang harus tersedia di setiap destinasi wisata.
“Kalau itu fasilitas amenitas dasar. Jadi bukan lagi keinginan, itu pasti kebutuhan,” ujarnya.
Ia menyebutkan, peningkatan jumlah pengunjung berbanding lurus dengan kebutuhan fasilitas yang tersedia. Oleh karena itu, pihaknya telah mengusulkan perbaikan fasilitas, khususnya di kawasan Labuan Cermin.
“Sudah kami usulkan itu menjadi prioritas utama di APBD perubahan. Karena kondisi efisiensi, kemungkinan kita rehabilitasi dulu toilet lama yang sudah kurang layak,” katanya.
Menurutnya, dalam kondisi normal fasilitas yang ada masih mencukupi, tetapi saat terjadi lonjakan pengunjung, kebutuhan menjadi meningkat.
“Kalau hari-hari biasa mungkin cukup, tapi saat ramai tentu perlu penyesuaian,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa peningkatan fasilitas serupa juga menjadi perhatian di destinasi lain, seperti pemandian air panas di Biatan.
Menutup pernyataannya, Samsiah menegaskan bahwa sektor pariwisata tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, termasuk dalam peningkatan amenitas di tengah kebijakan efisiensi anggaran.
“Tidak ada pemangkasan lagi untuk pariwisata. Ini tetap menjadi prioritas, termasuk peningkatan fasilitas di setiap destinasi,” tegasnya.
Ia optimistis, dengan dukungan anggaran dan sinergi berbagai pihak, fasilitas wisata di Berau dapat terus ditingkatkan sehingga mendukung pertumbuhan sektor pariwisata ke depan.
“Insyaallah dengan peningkatan fasilitas dan kemudahan akses, tingkat kunjungan akan tetap stabil bahkan meningkat,” pungkasnya. (atrf)

