BERAU – Pemerintah Kabupaten Berau memastikan kondisi inflasi daerah hingga Mei 2026 masih berada dalam kategori terkendali, khususnya pada sektor pangan. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan dengan menjaga ketersediaan stok bahan pokok dan mendorong penguatan sektor pertanian masyarakat.

Bupati Berau, Sri Juniarsih menyampaikan, posisi inflasi Berau sejauh ini masih berada pada level aman dibanding sejumlah daerah lain. Namun, menurutnya, langkah antisipasi tetap perlu dilakukan agar lonjakan harga bahan pangan dapat ditekan.

“Jadi Berau itu selalu berada di tengah-tengah. Ya, tapi kita tetap harus waspada untuk mengurangi inflasi,” ujarnya pada Kamis (14/05/2026).

Sebagai upaya menjaga stabilitas pangan, pemerintah daerah memastikan ketersediaan beras di gudang Bulog masih mencukupi untuk kebutuhan masyarakat. Sri Juniarsih menyebut stok beras yang tersedia mencapai sekitar 100 ton pada tahun ini.

“Ini beras yang tersedia di Bulog itu ada sekitar 100 ton untuk tahun ini,” katanya.

Selain menjaga cadangan beras, Pemkab Berau juga menyiapkan langkah penguatan produksi pertanian melalui program tanam di sejumlah wilayah. Untuk periode Mei hingga Juli 2026, rencana tanam yang dipersiapkan mencapai sekitar 2.000 hektare.

“Untuk bulan Mei dan bulan Juli 2026 itu sekitar 2.000 hektare,” jelasnya.

Tidak hanya itu, pemerintah juga memastikan ketersediaan komoditas jagung tetap aman dengan stok sekitar 1.000 ton. Sementara untuk komoditas cabai, bantuan dari Kementerian Pertanian turut disalurkan guna mendukung produksi pangan lokal.

“Kemudian untuk jagung sendiri, kita sudah standby di sini 1.000 ton. Kemudian untuk bantuan dari Kementerian Pertanian kepada Berau itu ada sekitar 5 hektare cabai,” ungkap Sri Juniarsih.

Ia menambahkan, pengembangan tanaman cabai juga dilakukan di wilayah Talisayan. Pemerintah daerah pun mengimbau masyarakat untuk mulai memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan menanam cabai secara mandiri guna membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus mengendalikan inflasi pangan.

“Tentu juga, kami juga menyarankan mungkin bisa lewat kecamatan dan kepala kampung, dinas yang terkait untuk mandiri menanam cabai di rumah. Karena paling tidak itu untuk kebutuhan rumah tangga,” tutupnya.