SAMARINDA — Kepanikan terjadi di kawasan Jalan Nyelawat, Kecamatan Samarinda Ilir, Kota Samarinda, Jumat (15/5/2026) dini hari, saat warga melihat kobaran api besar muncul dari salah satu rumah di permukiman padat penduduk.

Warga yang terbangun langsung berhamburan keluar rumah sambil berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Kobaran api dengan cepat membesar dan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.

“Warga langsung keluar rumah dan membantu memadamkan api karena takut merembet,” ujar Indah, salah seorang saksi di lokasi kejadian.

Tak lama kemudian, sejumlah unit pemadam kebakaran bersama relawan tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Petugas berjibaku mengendalikan api agar tidak meluas ke rumah lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kebakaran diduga dipicu oleh pemilik rumah bernama Teguh yang disebut membakar sebuah kursi di dalam rumahnya. Api kemudian membesar dan tidak dapat dikendalikan hingga menghanguskan dua bangunan.

Keluarga Teguh, Sapar, mengatakan Teguh diketahui memiliki riwayat gangguan mental dan baru saja keluar dari rumah sakit jiwa.

“Memang baru keluar dari rumah sakit jiwa,” katanya.

Petugas pemadam kebakaran membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memadamkan kobaran api. Sedikitnya lima mobil tangki air dikerahkan dalam proses penanganan dibantu para relawan dan warga sekitar.

Petugas juga mengalami kendala lantaran lokasi kebakaran berada di kawasan perbukitan dengan akses jalan yang sempit di dalam gang permukiman.

Petugas Disdamkar Samarinda, Heri, mengatakan pihaknya fokus mencegah api merembet ke rumah lain yang berada berdekatan dengan lokasi kejadian.

“Akses menuju lokasi cukup sempit sehingga proses pemadaman sedikit terkendala,” ujarnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun dua rumah mengalami kerusakan parah dan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Usai api berhasil dipadamkan, polisi langsung mengamankan Teguh karena sempat memicu kemarahan warga akibat kebakaran tersebut. Hingga kini polisi masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran.