SAMARINDA — Atmosfer olahraga di Samarinda dipastikan semakin semarak dalam beberapa hari ke depan. Kota Tepian resmi ditunjuk menjadi tuan rumah Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026, ajang nasional yang mempertemukan ratusan atlet judo terbaik dari seluruh Indonesia.

Kejuaraan tersebut akan menghadirkan persaingan sengit antara atlet dari jajaran kepolisian maupun atlet umum di bawah naungan Persatuan Judo Seluruh Indonesia.

Tak hanya menjadi arena perebutan gelar juara, Kapolri Cup 2026 juga dinilai sebagai momentum penting dalam pembinaan atlet sekaligus pengumpulan poin menuju kejuaraan tingkat nasional berikutnya.

Kepercayaan kepada Polda Kalimantan Timur sebagai penyelenggara disebut berkaitan dengan prestasi yang diraih pada ajang sebelumnya. Kontingen Polda Kaltim sukses menempati posisi juara umum kedua sehingga dinilai layak menjadi tuan rumah event bergengsi tersebut.

Kapolda Kalimantan Timur, Irjen Pol. Endar Priantoro, mengatakan pihaknya tidak ingin hanya sukses sebagai penyelenggara, tetapi juga menargetkan prestasi di arena pertandingan.

“Target kami tentu sukses pelaksanaan dan juga sukses prestasi bagi atlet-atlet Kaltim,” ujarnya, Jumat (15/5/2026).

Menurut Endar, berbagai persiapan terus dimatangkan mulai dari kesiapan arena pertandingan, akomodasi peserta, hingga pembinaan atlet yang akan tampil membawa nama daerah.

Ia menegaskan olahraga judo memiliki nilai lebih karena bukan hanya mengandalkan kemampuan fisik, tetapi juga membentuk mental dan kedisiplinan atlet.

“Judo mengajarkan disiplin, ketahanan mental, dan sportivitas. Itu yang ingin terus dibangun melalui kejuaraan ini,” katanya.

Berdasarkan data panitia, ajang tersebut akan diikuti 451 personel Polri dari 30 Polda di seluruh Indonesia. Selain itu, lima satuan kerja Mabes Polri turut mengirimkan atlet terbaik mereka untuk bersaing di atas matras.

Tidak hanya kategori Polri, persaingan pada kelas umum juga dipastikan berlangsung ketat. Sebanyak 101 atlet senior dari 24 Pengurus Provinsi PJSI tercatat ambil bagian dalam kejuaraan tersebut.

Besarnya jumlah peserta membuat Kapolri Cup 2026 menjadi salah satu event judo terbesar yang digelar tahun ini.

“Antusiasme peserta luar biasa. Ini menunjukkan pembinaan judo di berbagai daerah berkembang sangat baik,” ujar Endar.

Bagi para atlet, hasil pertandingan dalam Kapolri Cup memiliki arti penting karena akan menjadi bagian dari pengumpulan kredit poin menuju kompetisi nasional yang lebih tinggi.

Sementara itu, Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menyambut positif pelaksanaan event nasional tersebut.

Menurutnya, penunjukan Samarinda sebagai tuan rumah menjadi bukti bahwa kota ini dinilai siap menggelar berbagai kegiatan olahraga berskala besar.

“Ini kebanggaan bagi Samarinda karena kembali dipercaya menjadi tuan rumah event nasional,” katanya.

Andi Harun juga menilai kehadiran ratusan atlet, ofisial, dan tamu dari berbagai daerah akan berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat.

“Kegiatan seperti ini tentu memberi efek ekonomi bagi hotel, transportasi, UMKM, hingga sektor jasa lainnya,” ujarnya.

Ia berharap pelaksanaan Kapolri Cup tidak hanya sukses dari sisi pertandingan, tetapi juga mampu memperkuat semangat persatuan melalui olahraga.

“Kita ingin olahraga menjadi ruang mempererat persaudaraan dan kebersamaan,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan Kapolri Cup 2026 dimulai dengan agenda penyambutan kontingen dan ramah tamah pada 15 Mei 2026. Sementara pembukaan resmi pertandingan dijadwalkan berlangsung pada 18 Mei hingga 20 Mei 2026.

Masyarakat Samarinda pun diajak turut menyaksikan pertandingan secara langsung dan memberikan dukungan kepada para atlet yang bertanding membawa nama daerah masing-masing.