SAMARINDA — Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, memilih irit bicara saat dimintai tanggapan terkait wacana hak angket yang belakangan ramai diperbincangkan di DPRD Kaltim maupun ruang publik.

Momen itu terjadi usai Seno Aji menghadiri agenda kegiatan di HARRIS Hotel Samarinda. Sejumlah wartawan mencoba meminta penjelasan terkait sikap Pemerintah Provinsi Kaltim terhadap isu hak angket yang kini menjadi perhatian publik.

Namun saat dihampiri awak media, Seno Aji hanya memberikan respons singkat sebelum meninggalkan lokasi kegiatan.

“Hehe, mana ada. Itu urusan DPRD,” ujar Seno sambil tersenyum.

Setelah itu, Seno Aji terlihat langsung berjalan menuju lift hotel sambil dikawal sejumlah staf dan panitia kegiatan tanpa memberikan penjelasan lebih jauh.

Sikap bungkam tersebut menjadi perhatian para jurnalis yang telah menunggu sejak kegiatan berlangsung. Pasalnya, isu hak angket belakangan semakin ramai dibahas di lingkungan politik Kalimantan Timur.

Sorotan terhadap posisi wakil gubernur semakin menguat setelah Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltim, Sarkowi V. Zahry, menyampaikan pandangannya dalam rapat DPRD terkait wacana penggunaan hak angket.

Dalam forum tersebut, Sarkowi menegaskan bahwa hak angket tidak hanya berkaitan dengan gubernur, tetapi juga menyangkut posisi wakil gubernur sebagai satu kesatuan pemerintahan daerah.

“Hak angket ini tujuan dan sasarannya bukan hanya untuk Pak Gubernur, tetapi gubernur dan wakil gubernur karena mereka adalah satu pasangan,” ujar Sarkowi dalam rapat tersebut.

Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian karena secara langsung menyeret posisi Seno Aji dalam dinamika politik yang berkembang di DPRD Kaltim.

Menurut Sarkowi, apabila DPRD menggunakan hak angket, maka seluruh unsur pimpinan daerah yang berada dalam satu paket pemerintahan tentu akan ikut menjadi bagian dari pembahasan politik tersebut.

Ia juga meminta seluruh fraksi di DPRD Kaltim bersikap terbuka terhadap perkembangan isu yang tengah dibahas agar tidak memunculkan spekulasi di tengah masyarakat.

Selain itu, Sarkowi menilai seluruh proses politik terkait hak angket harus dilakukan secara hati-hati dan sesuai mekanisme yang berlaku di DPRD.

Pernyataan Sarkowi tersebut semakin memanaskan pembahasan terkait hak angket yang belakangan mulai ramai dibicarakan di kalangan masyarakat maupun internal partai politik di Kalimantan Timur.

Di sisi lain, suasana di sekitar hotel sempat dipadati awak media yang berharap mendapatkan penjelasan langsung dari Seno Aji mengenai sikapnya terhadap isu tersebut.

Namun hingga meninggalkan lokasi kegiatan, Wakil Gubernur Kaltim itu tetap memilih tidak memberikan komentar lebih rinci terkait wacana hak angket yang kini menjadi perhatian publik.