BERAU – Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Berau terus berupaya meningkatkan kompetensi para pendidik melalui transformasi program Kelompok Kerja Guru (KKG). Saat ini, skema pembinaan guru dialihkan ke dalam wadah baru yang dikenal sebagai Komunitas Belajar (Kombel), dengan berkoordinasi langsung bersama Balai Guru Pendidikan BGTK.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (P2TK) Disdik Berau, Mustaring, menjelaskan bahwa ke depan Kombel akan terus dijadikan program andalan oleh pemerintah pusat.

Program ini difokuskan sebagai motor utama dalam mensosialisasikan metode pembelajaran mendalam (deep learning) kepada para tenaga pendidik.

Untuk tahun 2026 ini, sosialisasi dan penerapan pembelajaran mendalam di Kabupaten Berau secara penuh sudah diintegrasikan melalui Kombel.

Struktur di dalam komunitas belajar ini melibatkan berbagai elemen penting organisasi kependidikan yang ada di lingkungan sekolah.

“Kombel itu di dalamnya mencakup berbagai kelompok kerja yang sudah ada, mulai dari KKG untuk guru SD, MKKS untuk kepala sekolah SMP, hingga K3S untuk kepala sekolah SD. Nah, mereka semua inilah yang nanti dioptimalkan dan diberdayakan,” ujar Mustaring saat memberikan keterangan pada Senin (18/5/2026).

Langkah pembentukan wadah ini diklaim sudah berjalan menyeluruh di Bumi Batiwakkal. Mustaring menyebutkan bahwa seluruh KKG yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Berau saat ini sudah berhasil membentuk struktur Komunitas Belajar (Kombel) masing-masing di wilayahnya.

Selain optimalisasi Kombel, Disdik Berau juga bergerak cepat menjalankan beberapa program prioritas yang diinstruksikan langsung oleh kementerian pusat. Salah satu langkah konkretnya adalah pelaksanaan program Diklat Pembelajaran Mendalam secara masif.

Sepanjang tahun 2026, Dinas Pendidikan telah menggelar banyak kegiatan pelatihan yang menyasar para guru secara luas.

Penyelenggaraan diklat tersebut diklaim telah menyentuh para peserta secara merata, baik di wilayah perkotaan maupun di wilayah pelosok.

“Kegiatan diklat ini pesertanya sudah hampir merata di seluruh wilayah, baik itu untuk guru-guru yang bertugas di wilayah pesisir maupun di wilayah empat kecamatan terdekat kota. Kami berkomitmen agar tidak ada ketimpangan kompetensi,” imbuh Mustaring.

Secara teknis, program pelatihan intensif tersebut dibagi ke dalam beberapa klasifikasi jenjang pendidikan. Disdik Berau memulainya dari Diklat Pembelajaran Mendalam khusus untuk Jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Sekolah Dasar (SD), hingga menyusul untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tidak hanya fokus pada metode pembelajaran konvensional, Disdik Berau juga membekali para guru dengan keterampilan teknologi masa depan.

Mustaring menambahkan, salah satu program prioritas lainnya yang sukses dilaksanakan tahun ini adalah Diklat Bimtek Coding dan Kecerdasan Artifisial bagi para guru.