SAMARINDA – Video seorang pengendara motor yang menjadi korban pengeroyokan oleh sekelompok orang di Jalan Anggur, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, viral di media sosial. Peristiwa itu menyita perhatian publik karena aksi kekerasan tersebut terjadi di hadapan istri dan anak korban.

Dalam video yang beredar, korban tampak dikerumuni dan dipukul oleh beberapa orang di tepi jalan. Sejumlah warga yang berada di lokasi merekam kejadian tersebut hingga akhirnya tersebar luas di berbagai platform media sosial.

Korban yang diketahui bernama Satya kemudian melaporkan dugaan pengeroyokan itu ke Polsek Samarinda Ulu untuk diproses secara hukum.

Kapolsek Samarinda Ulu AKP Asriadi membenarkan adanya laporan yang dibuat korban. Menurutnya, polisi langsung melakukan penyelidikan setelah menerima laporan tersebut.

“Iya benar, korban telah membuat laporan di Polsek Samarinda Ulu dan kami langsung menindaklanjutinya,” kata Asriadi. (Jumat/17/7/2026).

Ia menjelaskan, tidak lama setelah kejadian, para terduga pelaku datang dan menyerahkan diri kepada pihak kepolisian. Penyidik kemudian memeriksa seluruh pihak yang terlibat guna mengetahui penyebab terjadinya pengeroyokan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, peristiwa tersebut dipicu oleh kesalahpahaman yang berawal dari teguran korban kepada pengemudi sebuah mobil. Teguran itu diduga membuat pemilik mobil tersinggung hingga memicu cekcok.

“Karena terjadi ketersinggungan, kemudian terduga pelaku bersama beberapa rekannya melakukan penganiayaan terhadap korban,” ujar Asriadi.

Meski sempat diproses oleh kepolisian, perkara tersebut akhirnya tidak berlanjut ke tahap penyidikan. Korban dan para terduga pelaku sepakat menyelesaikan persoalan tersebut melalui mekanisme perdamaian atau restorative justice.

Menurut Asriadi, perdamaian dilakukan setelah kedua belah pihak bertemu dan bermusyawarah. Dalam proses tersebut, para terduga pelaku mengakui kesalahan serta menyampaikan permohonan maaf kepada korban beserta keluarganya.

“Korban dan para terduga pelaku sepakat berdamai sehingga perkara ini diselesaikan secara kekeluargaan,” katanya.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pihak terduga pelaku juga memberikan uang santunan sebesar Rp10 juta kepada korban untuk membantu biaya pengobatan akibat luka yang dialaminya.

Korban, Satya, membenarkan bahwa dirinya telah berdamai dengan para pelaku. Ia mengaku menerima permintaan maaf yang disampaikan secara langsung setelah para pelaku mengakui kesalahannya.

“Saya memilih berdamai karena mereka sudah mengakui kesalahan, meminta maaf kepada saya dan keluarga, serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” ujar Satya.

Meski perkara telah diselesaikan secara kekeluargaan, video pengeroyokan tersebut masih ramai diperbincangkan warganet. Banyak yang menyayangkan aksi kekerasan yang dilakukan secara beramai-ramai, terlebih terjadi di depan istri dan anak korban.

Polisi pun mengimbau masyarakat untuk mengedepankan penyelesaian persoalan secara baik-baik dan tidak mudah terpancing emosi yang berujung pada tindakan kekerasan.

“Kami mengingatkan masyarakat agar menahan diri dan menyelesaikan setiap persoalan melalui jalur yang baik serta tidak melakukan tindakan main hakim sendiri,” kata Asriadi.