SAMARINDA – Warga di Jalan Latsitarda I Gang Manunggal 2 RT 30, Kelurahan Karang Asam Ulu, Kecamatan Sungai Kunjang, Kota Samarinda, digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di dalam kamar mandi sebuah rumah kos, Kamis (16/7/2026) dini hari.
Korban diketahui bernama Rahmad (49). Jasadnya ditemukan setelah warga mencium bau menyengat yang berasal dari salah satu kamar kos. Karena tidak ada respons dari penghuni, warga bersama ketua RT akhirnya mendobrak pintu kamar.
Ketua RT 30, Desi Prolynda, mengatakan bau tidak sedap mulai tercium oleh warga sejak beberapa waktu terakhir. Setelah dilakukan pengecekan, korban ditemukan sudah tidak bernyawa di dalam kamar mandi.
“Warga mencium bau busuk dari kamar kos. Karena tidak ada jawaban saat dipanggil, akhirnya pintu didobrak dan korban ditemukan meninggal di dalam kamar mandi,” ujar Desi.
Menurut Desi, korban tinggal seorang diri di rumah kos tersebut. Ia juga diketahui memiliki riwayat penyakit stroke sehingga aktivitasnya memang terbatas.
“Almarhum tinggal sendiri dan memang sebelumnya pernah menderita stroke. Warga juga jarang melihat beliau keluar kamar,” katanya.
Laporan penemuan jenazah kemudian diterima Polresta Samarinda. Personel Samapta bersama Tim Inafis langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Perwira Pengendali Samapta Polresta Samarinda, Ipda Sopian, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diduga telah meninggal sekitar tiga hari sebelum ditemukan.
“Saat kami menerima laporan dari masyarakat, Tim Inafis langsung melakukan olah TKP. Dari kondisi jenazah yang sudah mengeluarkan bau, diperkirakan korban telah meninggal sekitar tiga hari,” jelas Sopian.
Polisi juga tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara, korban meninggal dunia akibat sakit yang dideritanya.
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit, namun kepastian penyebab kematian masih menunggu hasil visum,” ujarnya.
Usai dilakukan identifikasi, jenazah dievakuasi ke Instalasi Forensik RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Polisi masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk warga sekitar dan pihak keluarga, guna memastikan kronologi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.

