BERAU, IT-NEWS.ID – Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kabupaten Berau tetap dilakukan dengan pemantauan potensi awan, meski keberadaan awan yang dapat disemai tidak selalu terlihat di wilayah yang dituju.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Berau, Masyhadi, mengatakan pesawat OMC tetap melakukan penerbangan sesuai jadwal untuk melihat perkembangan potensi awan. Namun, penyemaian tetap bergantung pada kondisi awan yang memenuhi syarat teknis.
“Kalau tidak ada awan, tidak bisa juga mungkin. Secara teknis saya ini masih belajar juga, karena kita pertama kali ini,” ujarnya di posko OMC berau, Selasa (25/08/2026).
Menurutnya, tim OMC tidak hanya melihat keberadaan awan pada satu titik. Potensi pertumbuhan awan terus dipantau karena kondisi atmosfer dapat berubah dan awan yang awalnya belum memenuhi syarat masih berpotensi berkembang.
“Sebagian masih di langit Berau. Tapi potensi awan yang bisa disemai ini masih labil. Masih ada kemungkinan awan-awan yang ada di kawasan Berau bisa menjadi lokasi untuk penyemaian,” ujarnya.
Masyhadi menjelaskan, pesawat OMC memiliki jadwal penerbangan untuk melakukan pemantauan. Dalam pelaksanaannya, tim akan melihat kondisi dan potensi awan sebelum menentukan apakah penyemaian dapat dilakukan.
“Pun tidak ada awan, tetap dilihat potensinya itu. Karena sepuluh kali itu sudah wajib mereka lakukan,” jelasnya.
Kondisi ini membuat OMC tidak semata-mata bergantung pada awan yang sudah terlihat saat pesawat melakukan penerbangan. Pemantauan tetap dilakukan untuk melihat kemungkinan pertumbuhan awan yang nantinya dapat dimanfaatkan untuk penyemaian.
BPBD Berau berharap potensi awan yang muncul dapat berada di wilayah yang membutuhkan hujan, terutama kawasan yang memiliki sebaran karhutla. Namun, Masyhadi menegaskan pihaknya tidak dapat menentukan sendiri lokasi tumbuhnya awan.
“Kita mengharapkan pertumbuhan awan ini yang ada di tempat yang kita harapkan. Makanya mereka sampai, apabila ada awan di lokasi yang kita harapkan, mereka akan terbang,” ujarnya.
Sementara itu, hasil dari penyemaian yang telah dilakukan juga masih membutuhkan pemantauan lebih lanjut. Menurut Masyhadi, keberhasilan OMC tidak bisa langsung dinilai sesaat setelah penerbangan karena perlu melihat perkembangan hujan dan kondisi hotspot setelahnya.
“Katanya mungkin keberhasilan ada yang hujan, kemudian hotspot dikurang antara sebelum dan sesudah. Ini kita tunggu apakah ini bisa terjadi atau tidak,” pungkasnya.

