SAMARINDA — Peringatan HUT ke-81 TNI, Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul menegaskan pentingnya menjadikan semangat TNI Prima sebagai pedoman dalam menjalankan tugas dan memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.
Menurut Brigjen TNI Anggara Sitompul, arahan Panglima TNI menjadi pegangan bagi seluruh jajaran dalam menjalankan tugas, baik dalam menjaga keamanan maupun membantu pemerintah menangani berbagai persoalan di daerah.
“Intinya dari arahan Panglima yaitu jadikan TNI Prima itu menjadi suatu pegangan dalam melaksanakan tugas,” ujar Brigjen TNI Anggara Sitompul. (Senin/5/10/2026).
Ia mengatakan, jajaran Korem 091/ASN akan terus berupaya menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya sekaligus mendukung program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Anggara menyebut salah satu fokus yang terus dilakukan bersama pemerintah daerah, Polri dan berbagai pemangku kepentingan adalah penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Menurut dia, sepanjang periode Agustus hingga September, sejumlah wilayah di Kalimantan Timur sempat menghadapi persoalan asap akibat karhutla. Namun, upaya penanganan dilakukan secara cepat agar api tidak berkembang semakin luas.
“Kita terus bersama-sama berangkulan untuk berupaya memperkecil dampaknya. Alhamdulillah, selama kurun waktu kurang lebih El Nino mulai dari Agustus sampai September ini memang ada asap, tapi hampir tiap hari kita berjibaku,” katanya.
Anggara menjelaskan, ketika ditemukan titik api, personel bersama unsur terkait langsung melakukan pemadaman. Upaya tersebut dinilai penting untuk mencegah kebakaran meluas.
“Ketika nyala, dia padam. Tidak ada yang berkelanjutan sampai melebar dan meluas,” ujarnya.
Selain karhutla, Korem 091/ASN juga mendapat perhatian dalam mendukung program ketahanan pangan. Anggara mengatakan, TNI mendapat arahan untuk mengaktifkan kompi produksi di setiap satuan sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor pertanian, peternakan dan perikanan.
Program tersebut tidak hanya diarahkan pada produksi, tetapi juga membangun ekosistem dari hulu hingga hilir dengan melibatkan para petani dan masyarakat.
“Kita akan membuat klaster-klaster pertanian, peternakan maupun perikanan. Kita bersama-sama dengan para petani agar nantinya prosesnya berkelanjutan dari hulu sampai hilir,” jelasnya.
Menurut Anggara, pola tersebut penting agar bantuan pemerintah tidak berhenti pada tahap pemberian bantuan, tetapi dapat menghasilkan kegiatan produktif yang terus berjalan.
Di sektor pertanian, Korem 091/ASN juga mendorong peningkatan luas lahan persawahan di Kalimantan Timur. Pada 2025, program tersebut telah menyasar sekitar 1.200 hektare.
Sementara pada akhir tahun ini, TNI menargetkan pengembangan hingga sekitar 5.000 hektare lahan persawahan di Kaltim.
Anggara mengatakan, penguatan produksi pangan lokal menjadi penting untuk menghadapi kemungkinan gangguan pasokan dari luar daerah.
“Harapannya, pulau-pulau besar ini bisa memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Kalau ada gangguan suplai dari luar, kita tetap memiliki kemampuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” katanya.
Momentum HUT ke-81 TNI, kata Anggara, menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk terus meningkatkan profesionalisme dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengabdian tersebut diwujudkan bukan hanya melalui tugas pertahanan dan keamanan, tetapi juga lewat keterlibatan TNI dalam penanganan bencana, menjaga lingkungan, serta mendukung ketahanan pangan nasional.
“Kita berharap seluruh jajaran bisa terus memberikan yang terbaik untuk masyarakat,” pungkasnya.

