BERAU, IT-news.id – Hujan yang mengguyur Kabupaten Berau selama sepekan terakhir belum sepenuhnya menghilangkan kabut asap. Pada Jumat (9/10/2026), asap kembali terlihat pekat dan berdampak pada penurunan jarak pandang di Bandara Kalimarau.
Kepala Pelaksana BPBD Berau, Masyahadi, mengatakan laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau mulai menurun.
“Iya, turun,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat (9/10/2026).
Meski demikian, penurunan laporan karhutla di Berau belum membuat kabut asap menghilang. Masyahadi menduga asap yang menyelimuti wilayah Berau berasal dari kiriman daerah lain, terutama wilayah selatan dan tengah.
“Ya, kiriman dari daerah selatan dan tengah,” katanya.
Ia menyebut sejumlah wilayah yang diduga menjadi sumber asap, di antaranya Kalimantan Selatan (Kalsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Kutai Kartanegara (Kukar), Kabupaten Paser, dan Kutai Timur (Kutim).
Terpisah, Kepala Bandara Kalimarau, Patah Atbari, mengatakan aktivitas penerbangan pada Jumat pagi hingga siang masih berjalan normal. Namun, kondisi berubah pada sore hari ketika asap kembali masuk dan jarak pandang menurun.
“Pada hari Jumat, 9 Oktober 2026, penerbangan dari pagi sampai siang berjalan normal. Untuk sore ini, asap mulai datang sehingga terjadi penurunan jarak pandang. Tadi siang 6.000 meter, kondisi saat ini 2.000 meter,” jelasnya.
Meski jarak pandang mengalami penurunan, hingga saat itu belum ada laporan pembatalan penerbangan.
Patah menyebutkan, masih terdapat penerbangan yang beroperasi, yakni Batik Air rute Surabaya–Berau–Surabaya (SUB–BEJ–SUB) dan SAJ rute Balikpapan–Berau (BPN–BEJ).

