KUTAI TIMUR, ITNEWS.ID – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seluas sekitar tiga hektare melanda Jalan Guruh Besar, Dusun VIII Singa Muda RT 034, Desa Sangatta Utara, Kecamatan Sangatta Utara, Kabupaten Kutai Timur.

Meski api berhasil dipadamkan setelah tim gabungan berjibaku selama beberapa jam, petugas masih mewaspadai bara yang tersisa di bagian tengah lahan. Kondisi ini berpotensi memicu kebakaran kembali, terutama di tengah cuaca panas dan angin kencang.

Kapolsek Sangatta Utara AKP Bambang Eko mengatakan, titik api pertama kali terdeteksi oleh tim patroli karhutla Posko Utara sekitar pukul 13.54 Wita.

Setelah menerima informasi tersebut, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

“Begitu menerima laporan adanya titik api, personel gabungan langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya ini dilakukan agar api tidak semakin meluas, terutama karena kondisi cuaca panas dan angin kencang,” ujar Bambang.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 14.20 Wita. Proses pemadaman dilakukan dengan mengerahkan sejumlah armada pemadam dan kendaraan pemasok air.

Selain menggunakan air, petugas juga memanfaatkan larutan Surface Active Agent (SAA), yakni cairan surfaktan pembasah yang membantu proses pemadaman, termasuk pada area yang memiliki karakteristik lahan gambut.

Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai tiga hektare.

Bara di bawah gambut masih diwaspadai

Meski api berhasil dikendalikan pada pukul 18.24 Wita, petugas belum sepenuhnya menganggap kondisi aman. Sebab, masih ditemukan titik api di bagian tengah lahan.

Dugaan sementara, sisa bara di bawah lapisan gambut kembali memicu membesarnya api ketika tertiup angin kencang dan didukung cuaca panas.

Karakteristik lahan gambut membuat proses penanganan membutuhkan perhatian khusus. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu sepenuhnya mati karena bara berpotensi bertahan di bawah tanah.

Karena itu, pemantauan lanjutan diperlukan untuk memastikan tidak ada titik panas yang kembali memicu kebakaran.

Bambang mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, terutama ketika kondisi cuaca panas dan angin kencang.

Upaya pencegahan dan pemantauan bersama dinilai penting agar kebakaran tidak kembali meluas dan mengancam kawasan sekitarnya.

Libatkan personel gabungan

Pemadaman karhutla tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari Polsek Sangatta Utara, Polres Kutai Timur, Brimob, Koramil Sangatta Utara, Lanal Sangatta, Yonif TP 879, BPBD Kutai Timur, Satpol PP, pemadam kebakaran, relawan, hingga unsur kecamatan.

Sejumlah kendaraan operasional turut dikerahkan untuk mendukung proses pemadaman, termasuk mobil pemadam kebakaran dan kendaraan water supply guna memastikan ketersediaan air di lokasi.

Dalam kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa maupun kerugian materiil.

Meski demikian, keberadaan bara yang masih tersisa menjadi perhatian petugas. Pemantauan di lokasi diperlukan untuk mencegah api kembali muncul dan meluas ke area lainnya.