SAMARINDA, — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, masih belum sepenuhnya padam setelah berlangsung selama sepekan. Hingga Jumat (9/10/2026) pagi, asap masih terlihat mengepul dari sejumlah titik di lokasi kebakaran.

 

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda masih melakukan pemantauan dan penjagaan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api serta mencegah kebakaran meluas ke permukiman warga dan jalan poros.

 

Danru Posko 8 Disdamkar Samarinda, Agus Selamatriadi, mengatakan petugas masih bersiaga karena kondisi di lokasi belum sepenuhnya aman.

 

“Sudah sekitar satu pekan kebakaran terjadi, tetapi sampai Jumat pagi masih terlihat asap mengepul dari sejumlah titik. Karena itu, petugas masih melakukan pemantauan di lokasi,” ujar Agus.

 

Luas lahan yang terbakar di kawasan tersebut diperkirakan mencapai 25 hektare.

 

Diduga melibatkan gambut dan batu bara

 

Salah satu hal yang menjadi perhatian petugas adalah dugaan kebakaran melibatkan lapisan gambut dan batu bara. Kondisi tersebut diduga menyebabkan api masih bertahan di bawah permukaan tanah meskipun kobaran tidak selalu terlihat.

 

“Dari pengamatan di lapangan, kebakaran diduga melibatkan lapisan gambut dan batu bara. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena api berpotensi masih bertahan di dalam tanah,” katanya.

 

Kondisi itu membuat pemantauan perlu terus dilakukan, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap. Petugas harus memastikan tidak ada titik api yang kembali membesar dan memicu perluasan kebakaran.

 

Selain mengawasi area yang terbakar, petugas juga berupaya mencegah api menjalar ke wilayah di sekitarnya.

 

“Kami terus melakukan penjagaan untuk mengantisipasi agar api tidak kembali membesar dan merembet ke permukiman warga maupun jalan poros,” lanjut Agus.

 

Akses lokasi menjadi tantangan

 

Penanganan kebakaran di Sambutan juga menghadapi tantangan karena lokasi yang cukup jauh. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemantauan untuk mengetahui perkembangan kondisi di lapangan.

 

Dengan luas lahan terdampak yang diperkirakan mencapai 25 hektare, pengawasan menjadi penting untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.

 

Agus mengatakan petugas akan terus memantau kondisi kawasan agar kebakaran tidak meluas.

 

“Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 25 hektare. Kami tetap memantau kondisi di lapangan untuk memastikan kebakaran tidak meluas,” tuturnya.

 

Hingga Jumat pagi, asap yang masih mengepul menjadi tanda bahwa kondisi di lokasi kebakaran masih perlu diwaspadai. Petugas terus bersiaga untuk mencegah api merembet ke permukiman warga maupun jalan poros di sekitar kawasan tersebut.