TANJUNG REDEB, it.news.id – Aroma tidak sedap yang berasal dari Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kawasan Jalan Milono mulai mengganggu aktivitas masyarakat dan pengendara yang melintas (23/2). Kurang optimalnya pengelolaan limbah rumah tangga di titik tersebut disinyalir menjadi penyebab utama munculnya polusi udara yang meresahkan warga sekitar.

Keluhan datang dari para pengguna jalan, salah satunya Abay. Ia menyampaikan bahwa bau menyengat dari TPS tersebut bahkan tercium hingga ke turunan Jembatan Sambaliung. Hal ini memaksa para pengendara, terutama roda dua, untuk menutup hidung saat melintas agar tidak terganggu aroma tidak sedap tersebut.

“Kalau turun dari Jembatan Sambaliung itu kadang nda tahan sama baunya. Apalagi habis hujan, sampah yang lembap mungkin yang buat baunya semakin menjadi-jadi,” ungkap Abay, Senin (23/2).

Menanggapi hal itu, Plt. Kepala Bidang Kebersihan DLHK Berau, Irwadi, mengakui bahwa TPS di lokasi tersebut memang kerap menimbulkan aroma tidak sedap sejak lama. Menurutnya, salah satu faktor pemicu adalah keterlambatan pengangkutan sampah yang sering kali disebabkan oleh faktor cuaca.

“TPS itu memang sudah dari dulu menimbulkan bau. Saat ini terasa ada keterlambatan pengangkutan karena hujan, sehingga cuaca tidak memungkinkan untuk proses dumping (pembuangan akhir). Selama ini sebenarnya tidak ada masalah yang serius dari aduan masyarakat,” ujar Irwadi.

Meskipun demikian, kondisi yang sudah berlangsung lama ini memicu pertanyaan publik mengenai solusi jangka panjang dari DLHK. Masyarakat menilai kendala teknis seperti hujan seharusnya sudah memiliki mitigasi agar bau sampah tidak sampai mengganggu kenyamanan publik dalam waktu yang lama.

Di sisi lain, persoalan ini juga memerlukan kesadaran dari masyarakat. Warga diimbau untuk memperhatikan kapasitas TPS dan tidak memaksakan membuang sampah hingga meluap. Sampah yang berceceran di luar bak penampungan tidak hanya memperparah bau, tetapi juga berpotensi menjadi sumber penyakit.

Sinergi antara dinas terkait dan kedisiplinan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi kunci utama. Kebersihan wilayah Jalan Milono harus menjadi prioritas bersama demi kenyamanan dan kesehatan warga Bumi Batiwakkal. (akti)