TANJUNG SELOR — Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang membuka Konferensi Ke-II Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Masa Bakti IV Tahun 2024–2026. Dalam kesempatan tersebut, ia mengajak para guru untuk tidak hanya menjalankan tugas mengajar, tetapi juga ikut memberikan gagasan dan membangun kebijakan positif bagi kemajuan pendidikan di Kaltara.

Menurut Zainal, guru memiliki peran penting dalam menentukan kualitas pendidikan. Karena itu, pemerintah membutuhkan masukan langsung dari para pendidik yang setiap hari berhadapan dengan berbagai persoalan pendidikan di lapangan.

Ia menegaskan, pembangunan pendidikan di Kaltara tidak cukup hanya dengan membangun gedung sekolah dan melengkapi fasilitas. Peningkatan kesejahteraan serta profesionalisme guru dan kualitas peserta didik juga harus menjadi perhatian bersama.

“Saya berharap konferensi ke-II PGRI dapat mengambil peran sebagai mitra strategis pemerintah. Kami tidak hanya membutuhkan kritik, tetapi juga gagasan dan solusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan pendidikan di daerah kita,” ujar Zainal, Sabtu (29/8).

Dalam sambutannya, Zainal juga menyampaikan sejumlah upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Salah satunya melalui pembangunan SMA Unggul Garuda yang mulai beroperasi pada tahun ini.

Untuk sekolah tersebut, pemerintah terus mengupayakan penyelesaian berbagai fasilitas pendukung, mulai dari asrama, sarana olahraga hingga fasilitas pendidikan lainnya. Pemerintah menargetkan seluruh fasilitas tersebut dapat diselesaikan secara bertahap hingga 2027.

“Kita sedang berupaya agar sarana dan prasarana pendidikan, asrama maupun fasilitas olahraga dapat terpenuhi. Insyaallah, pada 2027 seluruh fasilitas tersebut dapat selesai,” katanya.

Selain pembangunan fasilitas, Pemerintah Provinsi Kaltara juga tengah berkoordinasi untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik. Pemerintah berupaya mencari solusi agar sekolah-sekolah yang membutuhkan tenaga guru dapat diisi oleh pendidik terbaik sesuai bidangnya.

Zainal mengatakan, pemerintah juga sedang mengupayakan berbagai bentuk insentif yang dapat menjadi daya tarik bagi tenaga pendidik untuk mengabdi di sekolah-sekolah yang membutuhkan.

“Pembangunan pendidikan di Kalimantan Utara bukan sekadar wacana. Kita bergerak, tetapi kita juga menyadari masih banyak pekerjaan rumah yang harus kita selesaikan bersama,” tegasnya.

Salah satu persoalan yang masih menjadi perhatian adalah pemerataan pendidikan, khususnya di wilayah perbatasan. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan menjadi beranda depan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kaltara membutuhkan perhatian serius terhadap kualitas pendidikan di wilayah tersebut.

Karena itu, Gubernur berharap konferensi PGRI tidak hanya menghasilkan agenda organisasi, tetapi juga melahirkan rekomendasi yang dapat diterapkan secara nyata.

Ia meminta agar rekomendasi yang dihasilkan nantinya dapat menjawab tiga hal penting, yakni apa yang harus dilakukan pemerintah, apa yang dapat diinisiasi PGRI, serta terobosan apa yang bisa dilakukan secara bersama-sama.

“Saya tidak ingin terlalu banyak berbicara mengenai retorika dan program. Bagi saya yang paling penting adalah apa yang bisa kita eksekusi hari ini dan apa yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh guru dan peserta didik,” ungkapnya.

Zainal juga membuka ruang kolaborasi yang lebih luas antara Pemerintah Provinsi Kaltara dengan PGRI. Menurutnya, kritik yang membangun dari para guru sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kebijakan pendidikan.

“Kritik yang membangun, masukan dari lapangan, serta gagasan positif dari para guru sangat kami perlukan untuk menyempurnakan kebijakan pendidikan di Kalimantan Utara,” ujarnya.

Ia berharap pembangunan pendidikan di Kaltara tidak hanya menghasilkan pembangunan fisik berupa sekolah yang lebih baik. Lebih dari itu, pendidikan harus mampu menciptakan guru yang semakin sejahtera dan profesional serta peserta didik yang memiliki masa depan cerah.

Dalam kesempatan tersebut, Zainal juga menyampaikan apresiasi terhadap prestasi siswa Kaltara di tingkat nasional. Salah satunya keberhasilan perwakilan dari Kaltara yang berhasil meraih juara III dalam lomba cerdas cermat tingkat nasional di Jakarta.

Prestasi tersebut dinilai menjadi bukti bahwa kualitas peserta didik di Kaltara mampu bersaing dengan daerah lain di Indonesia apabila mendapatkan pembinaan dan dukungan yang baik.

Zainal memberikan apresiasi kepada para guru yang telah membimbing dan mendidik para siswa hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional.

“Terima kasih kepada para guru yang sudah berhasil mendidik anak-anak kita sehingga mampu berprestasi di tingkat nasional. Ini adalah salah satu bukti bahwa pembinaan yang diberikan guru kepada anak-anak kita sangat baik,” katanya.

Ia juga mendorong sekolah-sekolah lain di Kaltara agar tidak cepat puas dengan capaian yang ada. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi motivasi bagi sekolah lain untuk terus mengembangkan potensi peserta didik.

“Saya minta sekolah-sekolah lain jangan mau kalah. Harus terus berupaya bagaimana anak-anak kita ke depan menjadi orang-orang hebat, orang-orang berhasil dan menjadi kebanggaan keluarga maupun masyarakat Kalimantan Utara,” tuturnya. (Adv/Lia)