TANJUNG SELOR – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi selama sekitar tiga pekan pada Agustus 2026 telah berdampak pada lahan seluas 157,51 hektare di Kalimantan Utara (Kaltara).

Berdasarkan catatan Dinas Kehutanan (Dishut) Kaltara, Kabupaten Bulungan menjadi wilayah dengan dampak terbesar, yakni mencapai 131,89 hektare. Selanjutnya Tarakan 18,62 hektare, Tana Tidung 5,50 hektare, dan Malinau 1,50 hektare.

Kabid Perlindungan dan KSDAE Dishut Kaltara, Maryanto, mengatakan pihaknya bersama sejumlah pihak telah melakukan puluhan kali pemadaman untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah.

“Selama beberapa pekan ini, kami sudah melakukan pemadaman sebanyak 31 kali. Penanganannya melibatkan KPH hingga BPBD kabupaten dan kota,” kata Maryanto saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (26/8).

Menurutnya, kebakaran di Bulungan tidak hanya terjadi di lahan biasa, tetapi juga berdampak pada kawasan milik PT KIPI di Tanah Kuning.

“Untuk KIPI, tim bergantian melakukan penanganan. Sekarang sudah tim kedua dan besok tim ketiga. Karena tidak bisa langsung ke lokasi, kami atur strateginya,” ujarnya.

Selain kawasan KIPI, kebakaran juga sempat terjadi di wilayah Selimau. Maryanto menyebut kondisi lahan gambut di kawasan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena api dapat merambat ke bawah permukaan.

“Untungnya gambut yang terbakar sedikit. Kondisi seperti ini memang sulit dipadamkan, apalagi akses jalannya tidak ada,” jelasnya.

Ia menambahkan, penanganan karhutla pada dasarnya menjadi tanggung jawab perusahaan apabila kebakaran terjadi di wilayah konsesinya.

Sementara Dishut Kaltara memberikan dukungan, terutama jika api mulai mendekati permukiman warga atau fasilitas umum.

“Kami sifatnya membantu. Kalau api mendekati rumah warga atau fasilitas umum, kami turun untuk mengefektifkan penanganan di lapangan,” katanya.

Maryanto mengatakan potensi karhutla sebenarnya telah diantisipasi sejak awal. Terlebih, pihaknya juga mendapatkan peringatan adanya kondisi El Nino yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.

“Intinya, Dishut Kaltara siap menghadapi kebakaran. Kami terus melakukan penanganan dan memberikan dukungan di lapangan,” tegasnya.

Untuk kondisi terkini, Maryanto memastikan wilayah Selimau sudah dalam kondisi aman setelah dilakukan penanganan oleh tim di lapangan.

“Saat ini untuk wilayah Selimau ini sudah mulai aman,” tutupnya. (Lia)