TANJUNG SELOR – Sejumlah armada bus perintis Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (Damri) yang melayani rute Tanjung Selor–Tanjung Palas Barat dan Tanjung Palas Timur di Kabupaten Bulungan terpantau dalam kondisi tua dan dinilai kurang layak beroperasi.
Bus yang menempuh perjalanan sekitar tiga jam ini cukup diminati masyarakat di wilayah hulu Sungai Kayan dan pesisir karena tarifnya terjangkau. Namun, kondisi fisik armada yang tampak usang menimbulkan kekhawatiran penumpang terkait keselamatan selama perjalanan.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa bus masih beroperasi meski bodinya terlihat tua.
Padahal, rute yang dilalui dikenal memiliki medan berat dengan kondisi jalan rusak, berlubang, dan belum beraspal secara menyeluruh, terutama di wilayah Tanjung Palas Barat dan Timur.
Kondisi tersebut dinilai berisiko, mengingat bus Damri mengangkut belasan hingga puluhan penumpang, termasuk anak-anak. Masyarakat berharap kendaraan yang dioperasikan benar-benar dalam kondisi layak, seiring tingginya minat terhadap angkutan murah ini.
Manajer Usaha dan Teknik Damri Tanjung Selor, Jaelani, mengakui kondisi armada yang digunakan masih terbatas.
“Memang ada keluhan pelanggan soal armada. Tapi kami perbaiki pelan-pelan sambil menunggu penggantian unit. Armada yang ada tetap kami gunakan,” ujarnya, Jumat (16/1/2026).
Ia menyebutkan perawatan rutin tetap dilakukan, seperti pergantian oli setiap 12 ribu kilometer dan perbaikan jika terjadi kerusakan. Jaelani juga mengakui medan jalan menuju Tanjung Palas Barat dan Timur menjadi tantangan tersendiri.
“Jalannya cukup berat, jadi kami maksimalkan kendaraan yang ada. Kalau ada kerusakan, pasti diperbaiki. Kami juga berharap ada percepatan perbaikan infrastruktur jalan,” katanya.
Menurutnya, kondisi jalan saat ini mulai membaik di beberapa titik, seperti di Bukit Ilanun, Kecamatan Tanjung Palas Barat, yang sebelumnya kerap menyulitkan armada Damri saat menanjak.
Sementara itu, Dinas Perhubungan Kabupaten Bulungan memastikan kondisi armada Damri tetap menjadi perhatian. Kepala Seksi Angkutan Dishub Bulungan, Sapta Desrian, mengatakan pihaknya rutin melakukan pemeriksaan kendaraan atau ramp check.
“Dari luar memang terlihat tua, tapi setelah dicek, kalau ada yang rusak langsung diperbaiki. Rem dan ban itu tidak boleh bermasalah,” tegasnya.
Selain itu, Dishub juga mewajibkan uji KIR serta pemeriksaan kesehatan pengemudi bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, termasuk tes urine yang dilakukan secara rutin sebelum keberangkatan.
Sapta menegaskan, operasional Damri pada 2026 dinilai aman karena sepanjang 2025 tidak tercatat kecelakaan lalu lintas yang melibatkan bus Damri di Bulungan.
“Kami rutin lakukan ramp check, termasuk saat momen Nataru, untuk memastikan keselamatan penumpang,” pungkasnya. (Lia)

