SAMARINDA – Kebutuhan percepatan pembangunan dan peningkatan layanan dasar di Kabupaten Berau mendorong pemerintah Kabupaten Berau mengajukan sembilan usulan prioritas dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Kalimantan Timur Tahun 2027 di Samarinda, Kamis (30/4/2026).
Forum Musrenbang tingkat provinsi yang mempertemukan para pemangku kebijakan menjadi ruang bagi Pemerintah Kabupaten Berau untuk memperjuangkan dukungan program strategis dari Pemprov Kaltim. Dalam kesempatan itu, Bupati Berau, Sri Juniarsih menegaskan bahwa arah pembangunan daerah telah diselaraskan dengan rancangan RKPD Kaltim 2027.
Dari sisi kebutuhan daerah, sektor kesehatan menjadi salah satu perhatian utama. Sri Juniarsih bermohon agar RSU Baru yang sudah terbangun tersebut mendapatkan dukungan Pemerintah Propinsi baik dari sisi Sumber daya manusia maupun sarana alat kesehatan.
“Kami berharap kedepan RSU Baru ini kiranya menjadi rumah sakit rujukan provinsi Kaltim di wilayah utara,” ungkapnya pada Kamis (30/04/2026).
Selain itu, tantangan pemerataan pendidikan di wilayah pedalaman juga menjadi sorotan. Pemkab mengusulkan pembangunan unit sekolah menengah atas baru di sejumlah kampung yang aksesnya jauh dari ibu kota kecamatan, seperti Pegat Bukur dan Long Keluh, guna menjawab peningkatan jumlah peserta didik.
Di sektor pariwisata, yang kini menjadi salah satu prioritas daerah, Berau menilai masih diperlukan dukungan infrastruktur dan fasilitas penunjang. Upaya pengamanan pantai di kawasan Pulau Derawan dan Maratua, serta pembangunan pemecah ombak di pesisir Talisayan dan Biduk-Biduk, menjadi bagian dari usulan yang diajukan.
Di sisi lain, Pemkab Berau juga mengapresiasi sejumlah program provinsi yang telah terealisasi, termasuk pembangunan Jembatan Nibung yang dinilai berdampak pada peningkatan kunjungan wisata. Dukungan lanjutan terhadap pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan pun diharapkan terus berlanjut.
Sementara itu, dari perspektif pemerintah provinsi, Musrenbang dipandang sebagai momentum strategis untuk menyelaraskan arah pembangunan daerah dengan kebijakan nasional.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud menekankan pentingnya transformasi ekonomi melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan hilirisasi.
“Dengan arah pembangunan transformasi ekonomi yang mengedepankan investasi dan hilirisasi, Kaltim perlu menyiapkan fondasi dan instrumen pendukung yang kuat,” ungkapnya.
Menutup rangkaian usulan, Pemkab Berau juga mendorong fasilitasi komunikasi dengan Kementerian Pertanian terkait bantuan bibit dan sarana pertanian. Permintaan tersebut mendapat respons dari Wakil Gubernur Seno Aji yang memastikan pihaknya telah melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat.
“Kami akan mencoba membantu terkait kebutuhan bibit kakao dan kelapa. Kami juga sudah berkomunikasi langsung dengan Wakil Menteri Pertanian terkait pelaksanaan bantuan tersebut,” ujarnya.

