JAKARTA — Partai Gerindra menyatakan tetap memandang seluruh partai politik sebagai sahabat, menyusul Presiden ke-7 RI Joko Widodo atau Jokowi yang mengungkapkan dirinya telah menjadi anggota Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Sikap tersebut disampaikan Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong dalam dialog Sapa Indonesia Pagi KompasTV, Minggu (27/9/2026).
Bahtra mengatakan hubungan antarpartai politik tidak harus dibangun dalam suasana permusuhan. Menurut dia, setiap partai dapat memberikan kontribusi sesuai perannya untuk kepentingan bangsa dan negara.
“Kami juga dari Partai Gerindra kan semua partai kan sahabat kami, sesama antarpartai kan tidak ada yang bermusuhan, dan itu baik untuk kita berkontribusi semua untuk kepentingan bangsa dan negara,” kata Bahtra.
Ia mengatakan pandangan tersebut sejalan dengan sikap yang kerap disampaikan Ketua Umum Partai Gerindra sekaligus Presiden RI Prabowo Subianto.
Menurut Bahtra, Prabowo tidak hanya menyampaikan apresiasi kepada partai yang berada dalam koalisi pemerintahan, tetapi juga menghargai masukan dari partai di luar koalisi.
“Jangankan partai yang berkoalisi dengan pemerintah, partai di luar koalisi pemerintah pun Pak Prabowo sering kali menyampaikan rasa terima kasih atas pandangan-pandangan, atas masukan-masukan dan bahkan mungkin kritikan-kritikan yang disampaikan,” jelasnya.
Bahtra mengatakan kritik dan masukan dari partai politik dapat menjadi bagian dari fungsi kontrol terhadap jalannya pemerintahan.
Ia menyebut masukan tersebut diperlukan agar kebijakan pemerintah tetap berada pada jalurnya dan program yang dijalankan dapat dirasakan masyarakat.
Gerindra Sebut PSI Sahabat
Menanggapi keputusan Jokowi bergabung dengan PSI, Bahtra menyebut hubungan Gerindra dan PSI selama ini merupakan hubungan persahabatan antarp-partai.
Ia juga menyebut PSI sebagai bagian dari koalisi pemerintahan.
“Apalagi PSI kan kami bersahabat baik, PSI juga bagian dari partai koalisi pemerintah,” ujarnya.
Bahtra menilai dinamika politik antarpartai seharusnya tetap diarahkan pada kontribusi terhadap kepentingan masyarakat.
“Menurut hemat kami itu sesuatu yang baik dan tugas kita ke depan adalah bagaimana berkontribusi terus membangun Indonesia ke arah yang lebih baik,” jelasnya.
Sementara itu, Jokowi sebelumnya mengungkapkan secara terbuka bahwa dirinya telah menjadi anggota PSI sejak 14 Oktober 2025.
Hal tersebut disampaikan Jokowi saat menghadiri Rapat Koordinasi DPD PSI Kota Bandung, Sabtu (26/9/2026). Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menunjukkan kartu tanda anggota (KTA) PSI miliknya.
“Saya itu sudah masuk menjadi keluarga besar PSI itu sudah 14 Oktober 2025. Sudah setahun yang lalu,” ujar Jokowi dalam acara tersebut.
Jokowi kemudian menunjukkan KTA yang dibawanya untuk menjawab keraguan mengenai status keanggotaannya di PSI.
Dengan pengungkapan tersebut, status Jokowi sebagai anggota PSI menjadi bagian dari dinamika politik nasional yang mendapat perhatian sejumlah partai politik.

