BERAU — Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Berau mendorong agar politik daerah tidak hanya berorientasi pada pergantian kepemimpinan setiap lima tahun.

 

PSI Berau menilai daerah membutuhkan desain kepemimpinan jangka panjang untuk menghadapi perubahan ekonomi, teknologi, lingkungan, serta tantangan pengelolaan sumber daya alam.

 

Sekretaris Jenderal PSI Berau, Mupit Datusahlan, mengatakan partai ingin mendorong politik yang tidak berhenti pada kepentingan elektoral, tetapi mulai membicarakan arah pembangunan Berau dalam 10, 20 hingga 30 tahun mendatang.

 

Menurut dia, Berau memiliki modal pembangunan yang besar, mulai dari sektor pertambangan, hutan, pertanian, perkebunan, perikanan, pesisir hingga pariwisata.

 

Namun, kekayaan tersebut harus dikelola dengan perencanaan jangka panjang agar manfaatnya tidak hanya dirasakan pada masa sekarang, tetapi juga tetap tersedia bagi generasi berikutnya.

 

Mupit menilai pemimpin Berau ke depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan dan memahami berbagai sektor yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.

 

Tidak cukup hanya menguasai birokrasi dan politik, calon pemimpin juga perlu memahami persoalan ekonomi, lingkungan, teknologi, investasi, pendidikan hingga pembangunan desa.

 

Politik Jangan Hanya Hadir Saat Pemilu

 

PSI Berau juga mendorong perubahan cara pandang dalam berpolitik. Partai politik dinilai perlu hadir dalam persoalan masyarakat sehari-hari, bukan hanya ketika momentum pemilu tiba.

 

Isu harga pangan, lapangan pekerjaan bagi anak muda, kepastian pasar bagi petani, pengembangan desa hingga keberlanjutan sumber daya alam disebut sebagai persoalan yang harus menjadi bagian dari pembahasan politik daerah.

 

Mupit mengatakan, politik seharusnya menghasilkan gagasan yang dapat menjawab persoalan masyarakat sekaligus mempersiapkan daerah menghadapi tantangan di masa depan.

 

Karena itu, penguatan struktur partai menurutnya harus berjalan beriringan dengan penguatan kapasitas kader.

 

Kader tidak cukup hanya memiliki kendaraan politik, tetapi harus mempunyai pengetahuan, pengalaman, kemampuan mengelola organisasi, serta memahami persoalan yang dihadapi masyarakat.

 

Siapkan Pemimpin, Bukan Sekadar Kandidat

 

Gagasan tersebut juga berkaitan dengan rencana PSI Berau untuk mendorong kader sendiri dalam kontestasi politik mendatang.

 

Mupti menekankan, proses tersebut tidak semata-mata bertujuan mencari nama untuk diusung dalam pemilihan.

 

Yang lebih penting adalah menyiapkan standar kepemimpinan.

 

Figur yang dipersiapkan harus memiliki pengalaman, wawasan, kapasitas manajerial, kompetensi, rekam jejak serta integritas yang dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

 

Usia muda juga tidak dijadikan satu-satunya ukuran.

 

Menurut PSI Berau, semangat regenerasi harus dibarengi dengan kemampuan nyata untuk memimpin, mengambil keputusan dan mempertanggungjawabkan amanah publik.

 

Dengan demikian, identitas sebagai partai yang banyak diisi generasi muda tidak berhenti sebagai simbol.

 

Generasi muda justru dituntut membuktikan kapasitasnya untuk masuk ke ruang kepemimpinan.

 

Berau Perlu Memikirkan Generasi 2045

 

PSI Berau ingin agar pembicaraan mengenai masa depan daerah mulai diarahkan pada kondisi Berau pada 2045.

 

Pertanyaan yang perlu dijawab bukan hanya siapa yang memimpin dalam satu periode, tetapi seperti apa struktur ekonomi Berau ketika sumber daya alam mengalami perubahan.

 

Termasuk bagaimana memastikan anak muda memperoleh kesempatan kerja, desa memiliki kekuatan ekonomi, masyarakat sekitar sumber daya alam memperoleh manfaat, serta lingkungan tetap terjaga.

 

Bagi PSI Berau, persoalan tersebut membutuhkan kepemimpinan yang mampu melihat pembangunan secara lintas sektor dan jangka panjang.

 

Politik, kata Mupit, harus menjadi ruang untuk menyiapkan masa depan, bukan sekadar arena perebutan kekuasaan dalam setiap siklus pemilu.

 

Pada akhirnya, masyarakat tetap memiliki kewenangan menentukan siapa yang dipercaya memimpin daerah. Sementara partai politik memiliki tanggung jawab menyiapkan kader yang memiliki kapasitas, kompetensi, rekam jejak dan integritas.

 

“Politik anak muda bukan tentang menggantikan generasi lama hanya karena usia. Politik anak muda adalah keberanian membawa cara berpikir baru dan menyiapkan masa depan dengan lebih serius,” demikian gagasan yang didorong PSI Berau.