TANJUNG SELOR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan terus menunjukkan komitmennya dalam melaksanakan pembangunan hijau berkelanjutan. Melalui berbagai inovasi dan program strategis, Pemkab Bulungan berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.
Dalam kurun waktu empat tahun terakhir, mulai 2023 hingga 2026, sejumlah program pembangunan hijau telah dijalankan di berbagai wilayah di Kabupaten Bulungan. Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi, sosial, dan lingkungan.
Kabupaten Bulungan memiliki luas wilayah sekitar 13.181 kilometer persegi yang terdiri dari 10 kecamatan, 74 desa, dan 7 kelurahan. Dari total luas wilayah tersebut, sekitar 868 ribu hektare atau 68 persen merupakan kawasan hutan. Selain itu, Bulungan juga memiliki kawasan Lanskap Kayan seluas 21.799 kilometer persegi dengan panjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Kayan mencapai 576 kilometer.
Melihat potensi tersebut, Bulungan menjadi salah satu daerah di Kalimantan Utara yang aktif mengembangkan konsep pembangunan hijau berbasis kelestarian sumber daya alam.
Bupati Bulungan, Syarwani, mengatakan visi pembangunan daerah diarahkan agar Bulungan tetap berdaulat dan unggul melalui pembangunan hijau yang berkelanjutan.
“Kami berkomitmen untuk terus melaksanakan pembangunan hijau berkelanjutan di Kabupaten Bulungan,” ujarnya belum lama ini.
Menurutnya, salah satu bentuk komitmen pemerintah daerah adalah melalui berbagai program prioritas, seperti Transfer Anggaran Kabupaten berbasis Ekologi (TAKE), Integrated Area Development (IAD) Lanskap Kayan, serta pengembangan Kebun Raya Bundayati Bulungan.
Pemkab Bulungan juga menerapkan strategi pembangunan berdasarkan pembagian koridor wilayah. Untuk koridor perkotaan meliputi kawasan Tanjung Selor dan Tanjung Palas yang difokuskan sebagai pusat pemerintahan dan pelayanan masyarakat.
Kemudian koridor utara diarahkan sebagai sentra pertanian, perkebunan, dan pertambangan. Sementara koridor selatan difokuskan untuk penguatan ekonomi berbasis sumber daya alam. Adapun koridor barat menjadi pintu gerbang wilayah dan koridor pesisir diarahkan sebagai kawasan pengembangan industri hijau.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah TAKE Bulungan Hijau. Program ini terus mengalami peningkatan anggaran setiap tahun. Pada 2023, alokasi anggaran TAKE mencapai Rp4 miliar untuk 33 desa. Tahun 2024 meningkat menjadi Rp5 miliar untuk 47 desa.
Selanjutnya pada 2025 anggaran kembali naik menjadi Rp7 miliar untuk 41 desa dan pada 2026 direncanakan tetap sebesar Rp7 miliar yang menjangkau 45 desa. Selain itu, pemerintah daerah juga merencanakan program ALAKE dengan anggaran sekitar Rp1 miliar.
Selama beberapa tahun terakhir, berbagai program pembangunan hijau telah dilaksanakan oleh Pemkab Bulungan. Di antaranya pembangunan kawasan agrokompleks Desa Long Buang melalui program IAD pada 2025, pembangunan Ruang Terbuka Hijau Kebun Raya Bundayati Bulungan, hingga penyusunan draft peraturan daerah tentang kebun raya tersebut.
Pemkab Bulungan juga telah menyusun berbagai dokumen penting seperti Dokumen IAD Lanskap Kayan, Peta Jalan TAKE Bulungan Hijau Tahun 2025, Dokumen Keanekaragaman Hayati Tahun 2024, serta Rencana Aksi Daerah Gas Rumah Kaca Tahun 2024.
Selain itu, pemerintah daerah juga memiliki Peraturan Bupati Nomor 35 Tahun 2022 tentang perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B). Upaya rehabilitasi hutan dan lahan juga terus dilakukan dengan luas mencapai sekitar 227 hektare dengan nilai kegiatan lebih dari Rp8,9 miliar.
Tidak hanya itu, pada 2026 Pemkab Bulungan juga telah menyiapkan sejumlah rencana lanjutan untuk mendukung pembangunan hijau. Di antaranya profiling TAKE, kajian Peraturan Bupati TAKE dan ALAKE, kajian hilirisasi IAD Lanskap Kayan, hingga pemetaan potensi produk unggulan desa dalam mendukung program satu desa satu produk.
Pemerintah daerah juga akan melaksanakan kajian ekonomi hijau sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan berkelanjutan di Bulungan.
Selain program yang sudah berjalan, terdapat pula sejumlah inovasi baru yang direncanakan pada 2026. Program tersebut meliputi penyusunan desain dan kebijakan ALAKE, pembangunan instalasi air kawasan agrokompleks Desa Long Buang, pembangunan PITS komunal di Desa Long Pelban, hingga perlindungan udang endemik di Desa Salimbatu.
Pemkab Bulungan juga merencanakan pengembangan IAD kawasan pesisir di wilayah Tanjung Palas Tengah dan Sekatak.
Atas berbagai inovasi tersebut, Kabupaten Bulungan berhasil meraih sejumlah penghargaan di tingkat nasional. Pada ajang Innovative Government Award (IGA) 2025, Kabupaten Bulungan memperoleh predikat “Sangat Inovatif”.
Selain itu, Bulungan juga meraih penghargaan terbaik nasional dalam program Environmental Fiscal Transfer (EFT) melalui TAKE Bulungan Hijau Tahun 2025.
Kabupaten Bulungan juga menempati peringkat ke-9 nasional dalam implementasi IAD Lanskap Kayan berbasis perhutanan sosial.
Prestasi lainnya diperoleh melalui penghargaan Indonesia Smart Nation Awards (ISNA) 2025 yang diberikan atas keberhasilan mendorong partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan dan pengembangan ekonomi hijau melalui inovasi TAKE Bulungan Hijau.
Tidak hanya pemerintah daerah, masyarakat adat di Bulungan juga mendapat perhatian nasional. Pada ajang Kalpataru 2024 kategori Penyelamat Lingkungan, penghargaan diberikan kepada Masyarakat Hukum Adat Punan Batu Benau Sajau yang dinilai berhasil menjaga kelestarian lingkungan di wilayahnya.
Berbagai capaian tersebut menunjukkan komitmen Pemkab Bulungan dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan demi mewujudkan pembangunan hijau yang berkelanjutan di Kalimantan Utara. (Adv/Lia)

