BERAU, IT-NEWS.ID – Keluhan masyarakat terkait dugaan adanya jalur khusus bagi pengetap di SPBU Hj Isa III, Tanjung Redeb, turut menjadi perhatian Pertamina.

 

Sejumlah masyarakat sebelumnya mengeluhkan antrean pengisian BBM yang dinilai didominasi oleh kendaraan yang diduga merupakan pengetap.

 

Keluhan serupa juga ramai disampaikan masyarakat melalui kolom komentar di media sosial. Bahkan, terdapat komentar yang menyebut adanya antrean khusus bagi pengetap di SPBU tersebut.

 

Menanggapi kondisi tersebut, Pertamina melakukan evaluasi terhadap kinerja dan pelayanan operator di lapangan. Evaluasi dilakukan untuk memastikan proses penyaluran BBM berjalan sesuai standar serta menutup celah yang berpotensi dimanfaatkan oleh oknum.

 

Sales Branch Manager Kaltimut III Pertamina, Bagus, mengatakan evaluasi tersebut juga menyasar personel operator. Menurutnya, terdapat operator yang dipecat sejak awal Oktober karena persoalan performa yang dinilai tidak sesuai dengan standar.

 

“Operatornya ada yang kita pecat sejak awal Oktober. Untuk operator Pertalite, sebelumnya lima orang, sekarang penggantinya tiga orang,” ujar Bagus, Senin (5/10/2026).

 

Bagus juga mengungkapkan adanya temuan terkait dugaan operator yang main mata dengan pengetap. Kondisi tersebut dinilai tidak sesuai dengan standar yang ditetapkan Pertamina dalam pelayanan pengisian BBM.

 

“Sejauh ini program Fuel Guard sudah terlaksana cukup baik, namun dari Pertamina ingin mengantisipasi beberapa celah yang mungkin saja bisa dimanfaatkan oleh beberapa oknum,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, Pertamina terus melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan di lapangan, termasuk menindaklanjuti berbagai laporan dan temuan yang berkaitan dengan penyaluran BBM.

 

Dengan adanya evaluasi tersebut, Pertamina diharapkan dapat memastikan antrean dan penyaluran Pertalite berjalan sesuai ketentuan, sehingga tidak menimbulkan keresahan maupun keluhan berulang dari masyarakat.